Page 142 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 142

PELATIHAN TATAP MUKA LEBIH EFEKTIF

              penghentian sementara Program Kartu Praker-ja membuat pekerja yang terdampak kebijakan
              pemerintah  terkait  penanganan  Covid-19  tidak  bisa  mendaftarkan  diri.  Kepala  Dinas
              Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Provinsi  Kalsel,  Siswansyah,  pun
              membenarkan adanya penundaan pendaftaran tersebut. 'Kami tadi malam sudah melaporkan
              juga kepada gubernur terkait itu." ujarnya saat dikonfirmasi BPost. Sabtu (20/6).

              Sejak dibuka pada awal Apni 2020. sudah ada sejumlah peserta dari Kalsel. Peserta gelombang
              pertama dan kedua itu mendapatkan pelatihan via daring dan insentif. Pada gelombang ketiga,
              pengelolaannya diambil alih Kemen-ko Perekonomian. Oleh karena itu Siswansyah mengaku
              belum  mendapat  informasi  mengenai  jumlah  peserta  usulan  Disnaker-trans  Kalsel  yang
              diterima.
              "Sebelumnya kami diminta menyerahkan data pekerja yang dirumahkan atau diberhentikan.
              Sudah  diserahkan  kurang  lebih  2.500  ke  Ke-menterian  Ketenagakerjaan  lalu  diteruskan  ke
              Kementerian Perekononian." katanya.

              Ada  pun  jumlah  penerima  manfaat  program  yang  dimiliki  Disnakertrans  Kalsel,  menurut
              Siswansyah.  belum  komprehensif.  Soalnya  jumlah  tersebut  merupakan  data  peserta  yang
              mencairkan insentif melalui Bank BNI. Sedangkan peserta yang melakukan pencairan insentif
              melalui bank swasta atau jalur lainnya seperti jaringan toko ritel moderen belum terdata. "Yang
              terdata masih ratusan.'' kata Siswansyah.

              Oleh  karena  pendaftaran  Program  Kartu  Prakerja  gelombang  empat  dihentikan.  Siswansyah
              mengusulkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengoptimalkan pelatihan melalui
              Balai Latihan Kerja (BLK). Untuk tahun ini. BLK di Kalsel melakukan pelatihan berbagai bidang
              untuk 22 angkatan.

              Apalagi dia menilai pelatihan tatap muka lebih efektif dibandingkan via internet, yang sulit diukur
              efektivitasnya.  'Program  BLK  Banjar-baru  kan  jalan.  Itu  saja  dimaksimalkan.  Instrukturnya
              ditambah.  Kalau  perlu  didatangkan  dari  Jawa.  Itu  lebih  efektif  untuk  masyarakat  di  sini
              dibanding via online." kata Siswansyah.

              Kadisnakertrans Kabupten Tanahbumbu, Avian Noor, juga mengatakan ada sejumlah warga di
              daerah tersebut yang mendapatkan pelatihan daring dan insentif dari Program Kartu Prakerja.
              'Setahu saya memang ada. tapi saya tidak tahu siapa-siapa yang menerima karena itu langsung
              dari Kementerian Ketenagakerjaan."

              ujarnya kepada BPost. Sabtu.

              Mengenai  kabar  dihentikannya  program  tersebut.  Avian  mengatakan  Kartu  Prakerja  terlihat
              dipaksakan sehingga ada baiknya dihentikan.

              Sementara  ini  Disnakertrans  Tanbu  terus  melakukan  pelatihan  keterampilan  kepada
              masyarakat, (acm/hid)












                                                           141
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147