Page 294 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 294

Didik menyebut, secara kasat mata dan pemikiran telanjang potensi penyimpangan tersebut
              seharusnya  bisa  diprediksi  sejak  awal.  Dia  mengungkit  ihwal  adanya  potensi  konflik
              kepentingan, penunjukan mitra tanpa mekanisme tender, dagang pengaruh, serta transparansi
              dan akuntabilitas yang dipertanyakan.

              Menurut  Didik,  ia  sejak  awal  mengingatkan  KPK  untuk  melakukan  kajian,  analisis,  dan
              pengawasan ketat melibatkan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan, dan Badan
              Pemeriksa Keuangan untuk mencegah munculnya penyimpangan, penyalahgunaan kekuasaan,
              dan korupsi. "Melihat proses dan mekanisme pelaksanaan Kartu Prakerja potensinya sangat
              rawan dan ramah terhadap korupsi," kata Didik.

              Maka  dari  itu,  Didik  meminta  KPK  tak  ragu  melakukan  penindakan  jika  sudah  menemukan
              indikasi adanya penyimpangan dan bahkan korupsi. Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia sedang
              susah lantaran tengah dilanda wabah Covid-19.

              Didik mengimbuhkan, KPK seharusnya tidak ragu menindak sepanjang ada unsur perbuatan
              melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, memperkaya diri sendiri dan/atau
              orang lain atau korporasi, dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. "Jangan
              biarkan uang negara dijadikan bancakan," ucap Didik.

              Komisi antikorupsi menemukan sejumlah masalah dalam empat aspek program Prakerja. KPK
              menemukan bahwa mayoritas atau 9,4 juta pendaftar Kartu Prakerja justru orang yang tidak
              menjadi  target  pemerintah.  Hanya  ada  143  ribu  dari  1,7  juta  warga  korban  PHK  yang
              memanfaatkan Kartu Prakerja.

              KPK  juga  menemukan  bahwa  kerja  sama  dengan  delapan    platform    digital  tidak  melalui
              mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hal ini berimplikasi dengan dugaan adanya
              konflik kepentingan di lima dari delapan  platform  yang ikut dalam program senilai Rp 6,4 triliun
              itu. KPK merinci, 250 jenis pelatihan dari total 1.895 pelatihan yang tersedia memiliki konflik
              kepentingan dengan  platform  digital.

              BUDIARTI UTAMI PUTRI | KORAN TEMPO.



































                                                           293
   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299