Page 348 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 348

Demikian disampaikan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat menghadiri penyerahan Bantuan
              Sosial Presiden RI Kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh Yang

              Terdampak Covid-19, di Ke-menterian Ketenagakerjaan, lakarta, Rabu (17/6).

              "Kami akan memberikan tambahan bantuan apabila masih ada pekerja/ buruh lain yang masih
              memerlukan  bantuan,  baik  sembako  maupun  uang  tunai.  Pasalnya  bantuan  sosial  tersebut,
              sesuai dengan arahan dari Presiden, bahwa bantuan sosial akan terus dilanjutkan hingga bulan
              Desember 2020, yang semula Rp600.000 menjadi Rp300.000 per kepala keluarga," ujar Mensos.

              Kemensos bekerjasama dengan menteri Ketenagakerjaan perihal bantuan sembako dan BLT.
              Kolaborasi  ini  diharapkan  bisa  mewujudkan  bansos  yang  tersalur  tepat  sasaran  dan
              dimanfaatkan dengan baik oleh pekerja/buruh yang terdampak covid-19.

              "Kami yakin Kementerian Ketenagakerjaan salah satu Kementerian yang paling repot pada saat
              pandemi  co-vid-19,  kami  sangat  paham,  karena  kalau  bantuan  yang  disalurkan  melalui
              Kementerian Ketenagakerjaan ban-

              tuan ini tidak akan salah sasaran," ujar Mensos luliari.

              Juliari  mengaku  selalu  siap  jika  Kementerian  Ketenagakerjaan  membutuhkan  bantuan,  dan
              apabila masih ada data pekerja/ buruh yang masih memerlukan bantuan sosial. "Jadi kami di
              sini menyatakan kalau nanti masih memungkinkan tambahan bantuan karena rencananya sesuai
              dengan persetujuan bapak presiden pemberian bantuan sosial tunai maupun sembako akan
              dilanjutkan sampai bulan Desember,"

              ungkapnya.

              Oleh  karena  itu,  pihaknya  membuka  ruang,  apabila  ada data-data  penerima  yang dianggap
              layak menerima bantuan sosial, pihaknya siap untuk membantu. "Nanti sesuai dengan laporan
              Dirjen, kerjasa-ma eselon 1 dan kita bisa kembali menyalurkan bantuan melalui Kementerian
              Ketenagakerjaan, semoga bantuan dari presiden ini bermanfaat," ujarnya.


              Sebanyak 23.000 paket diberikan kepada korban PHK dan telah dirumahkan yang berada di
              wilayah  Jabodetabek  dan  berdasarkan  data  yang  sudah  diverifikasi  oleh  Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker). Menaker Ida Fauziyah mengatakan komitmen besar pemerintah
              untuk memberikan perhatian dan prioritas untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pokok dan
              meningkatkan daya beli masyarakat.

              "Prinsipnya  pemerintah  mengerti  sekali  apa  yang  menjadi  beban  teman-teman  pekerja  dan
              buruh. Mudah-mudahan apa yang

              pemerintah lakukan sedikit bisa meringankan beban," kata Menaker Ida.
              Sebelumnya,  data  Kemnaker  yang  sudah  terverifikasi  per  27  Mei  2020  mencatat  1.058.284
              pekerja sektor formal yang dirumahkan dan yang terkena PHK 380.221. Sementara itu jumlah
              tenaga kerja terdampak COVID-19 di sektor informal sejumlah 318.959 pekerja sehingga total
              yang dirumahkan dan terkena PHK sebesar 1.757.464 pekerja/buruh, (dal/fin)










                                                           347
   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353