Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 124

Title          UMP NAIK 8,51% DITOLAK PEKERJA
               Media Name     sindonews.com
               Pub. Date      19 Oktober 2019
                              https://nasional.sindonews.com/read/1450143/16/ump-naik-851-ditolak-pe kerja-
               Page/URL
                              1571413357
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               KENAIKAN upah minimum provinsi (UMP) untuk tahun depan sudah final.
               Pemerintah telah menetapkan sebesar 8,51% yang berlaku untuk seluruh provinsi.
               Kenaikan UMP yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan
               (Kemnaker) No B-m/308/HI.01.00/X/2019 tertanggal 15 Oktober 2019 tentang
               Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik
               Bruto (PDB) 2019, mewajibkan gubernur mengumumkan secara serentak pada 1
               November mendatang.

               Gubernur menetapkan UMP dengan memperhatikan rekomendasi Dewan
               Pengupahan Provinsi. Selanjutnya, pengumuman upah minimum kabupaten/kota
               (UMK) 2020 paling lambat 21 November 2019. Untuk kabupaten/kota yang mampu
               membayar upah minimum lebih besar dari UMP gubernur tidak wajib menetapkan
               UMK.


               Selain itu, merujuk pada Pasal 63 Peraturan Pemerintah (PP) No 78/2015 tentang
               Pengupahan, ditegaskan bahwa bagi daerah yang upah minimumnya pada 2015
               masih di bawah nilai kebutuhan hidup layak (KHL), wajib menyesuaikan upah
               minimum sama dengan KHL paling lambat pada penetapan upah minimum 2020.
               Berdasarkan data Kemnaker terdapat tujuh provinsi harus menyesuaikan UMP sama
               dengan KHL, meliputi Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa
               Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

               Bagi kepala daerah yang tidak mengumumkan kenaikan UMP dan UMK tepat waktu
               terancam kena sanksi, mulai sanksi tertulis hingga pemecatan dari jabatan.
               Sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 68 Undang-Undang (UU) No 23/2014 tentang
               Pemerintahan Daerah, bahwa kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang
               tidak melaksanakan program strategis nasional dikenai sanksi administratif berupa
               teguran tertulis oleh menteri untuk gubernur dan/atau wakil gubernur, serta oleh
               gubernur sebagai wakil pemerintah pusat untuk bupati dan/atau wakil bupati atau
               wali kota dan/atau wakil wali kota. Apabila teguran tertulis sebanyak dua kali tidak
               diindahkan, maka diberhentikan sementara selama tiga bulan dan bisa berujung
               pada pemecatan. Sepertinya, para gubernur akan berhadap-hadapan dengan
               kalangan pekerja sebelum mengumumkan angka UMP di daerahnya.Pasalnya,
               Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia menolak mentah-mentah formulasi
               kenaikan UMP sebesar 8,15% versi pemerintah pada tahun depan. Pihak pekerja,
               sebagaimana dibeberkan Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat menyatakan




                                                      Page 123 of 329.
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129