Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 125

bahwa pihaknya memiliki hitungan sendiri di mana UMP 2020 seharusnya naik
               hingga 20%.


               Pihak Aspek menilai, pemerintah dalam hal ini Kemnaker keliru menetapkan UMP
               karena berdasarkan PP No 78/2015 tentang Pengupahan yang pada hakikatnya
               bertentangan dengan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, karena
               menghilangkan hak berunding para pekerja dengan pengusaha dan pemerintah
               dalam urusan biaya pengupahan.

               Lantas dari mana angka kenaikan UMP 2020 sebesar 8,5% versi Kemnaker?
               Komponen kenaikan UMP berdasarkan upah minimum tahun berjalan, inflasi yang
               dihitung dari periode September tahun lalu hingga periode September tahun
               berjalan, serta pertumbuhan PDB dengan hitungan yang mencakup kuartal pertama
               dan empat tahun lalu dan periode kuartal pertama dan kedua tahun berjalan.
               Adapun data inflasi nasional sebesar 3,39% dan pertumbuhan PDB sekitar 5,12%
               yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan rumusan tersebut,
               maka keluarlah angka sebesar 8,51%.

               Bila mengacu kenaikan UMP tahun depan, maka upah minimum paling tinggi adalah
               provinsi DKI Jakarta sebesar Rp4.276.349, selanjutnya Papua sebesar Rp3.516.700,
               lalu Sulawesi Utara sebesar Rp3.310.722 dan Bangka Belitung sebesar Rp3.230.022.
               Sebaliknya, upah minimum terendah dialami provinsi DI Yogyakarta sebesar
               Rp1.704.607, diikuti Jawa Tengah sebesar Rp1.742.015 dan Jawa Timur sebesar
               Rp1.768.777.

               Sementara itu, kalangan pengusaha menilai usulan Aspek seputar kenaikan UMP
               2020 hingga 20% dinilai tidak realistis. Keinginan Aspek ditolak keras oleh Ketua
               Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani dengan alasan
               permintaan yang tidak wajar dan tidak didukung dengan argumen yang kuat.


               Pihak Apindo sepakat dengan keputusan kenaikan UMP 2020 yang sudah ditetapkan
               Kemnaker. Persetujuan kalangan pengusaha itu disertai dengan catatan kenaikan
               upah minimum harus diimbangi peningkatan produktivitas. Upah naik tanpa
               dibarengi kenaikan produktivitas bakal berdampak pada daya saing yang rendah.
               Sebaliknya, tanpa kenaikan upah yang memadai, daya beli pekerja juga tidak bisa
               terdongkrak.


               (whb)




















                                                      Page 124 of 329.
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130