Page 265 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 265
Title HANIF DHAKIRI INGIN EKOSISTEM KERJA INDONESIA LEBIH FLEKSIBEL
Media Name jogja.antaranews.com
Pub. Date 18 Oktober 2019
https://jogja.antaranews.com/nasional/berita/1119516/hanif-dhakiri-ing in-ekosistem-
Page/URL
kerja-indonesia-lebih-fleksibel
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Di beberapa kesempatan, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri selalu
mengatakan salah satu permasalah ketenagakerjaan di Indonesia adalah
ekosistemnya yang terlalu kaku, maka ia berharap menteri selanjutnya dapat
mewujudkan ekosistem kerja Indonesia menjadi lebih fleksibel.
Keinginan pria yang lahir di Semarang pada 6 Juni 1972 itu bukan tanpa alasan,
kondisi disruptif ini telah mengubah banyak sistem industri dan kepemilikan
perusahaan, oleh sebab itu sistem ketenagakerjaan juga harus berubah.
Hanif yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI pada 2009-2014 dari
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mengatakan semakin lenturnya ekosistem
ketenagakerjaan juga akan berdampak pada peningkatan angkatan kerja khususnya
perempuan.
"Saat ini perempuan hanya bisa memilih menjadi ibu rumah tangga atau bekerja,
namun kalau ekosistemnya sudah fleksibel, jam kerjanya juga fleksibel maka
perempuan juga bisa bekerja sambil mengurus keluarganya," kata Hanif yang
merupakan anak mantan TKW itu.
Selain masalah ekosistem kerja, Hanif yang sudah terjun menjadi politisi sejak 1998
itu juga menilai angkatan kerja Indonesia yang masih banyak diisi dengan lulusan
SD-SMP itu juga harus dikurangi, sebanyak 58 persen angkatan kerja pendidikannya
hanya lulusan SD atau SMP.
Kementerian Ketenagakerjaan juga telah bekerja sama dengan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi dalam menyesuaikan lulusan angkatan kerja sesuai dengan
kebutuhan pasar.
Salah satu yang harus ditempuh adalah meningkatkan partisipasi pendidikan formal
minimal belajar sembilan tahun.
Ketidakcocokan antara lulusan sekolah dan kebutuhan pasar kerja juga menjadi
salah satu tantangan di bidang ketenagakerjaan di Indonesia. Oleh sebab itu dia
menginginkan swasta juga turut berpartisipasi dalam membangun sumber daya
manusia.
Page 264 of 329.

