Page 269 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 269

Title          REVISI UU KETENAGAKERJAAN DISEBUT PERBURUK KONDISI BURUH
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      18 Oktober 2019
                              https://www.gatra.com/detail/news/451689/ekonomi/revisi-uu-ketenagaker jaan-
               Page/URL
                              disebut-perburuk-kondisi-buruh
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Solo, Gatra.com Serikat Pekerja Nasional (SPN) Solo tak sepakat dengan revisi Undang-
               undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pasalnya draf revisi usulan
               pemerintah ini mengandung beberapa pasal yang memperburuk nasib para pekerja.

               "Kami menggelar unjuk rasa pada 2 Oktober lalu. Kami menuntut pemerintah membatalkan
               revisi UU Ketenagakerjaan dan kenaikan BPJS Kesehatan pada awal tahun nanti," ucap
               Ketua SPN Solo M Sholihuddin, Jumat (16/10).

               Revisi UU Ketenagakerjaan yang diajukan oleh pemerintah dianggap memberatkan pekerja.
               Sejumlah pasal dianggap memberatkan pekerja, termasuk klausul memperpanjang masa
               kontrak dari dua tahun menjadi enam tahun.

               "Selain itu penentuan upah tidak didasarkan pada kebutuhan hidup layah (KHL), melainkan
               kesepakatan antara perusahaan dan karyawan," ucapnya.

               Selain itu, SPN Solo meminta pemerintah menghapus Peraturan Pemerintah Nomor 78
               Tahun 2015 tentang Pengupahan. Skema penentuan upah berdasarkan PP itu dinilai sangat
               merugikan pekerja.

               Apalagi PP tersebut tidak mencerminkan kondisi pekerja di masing-masing wilayah.
               "Makanya kami meminta pemerintah mengembalikan penghitungan upah berdasarkan
               ketentuan sebelumnya, yakni berdasarkan survei KHL di tiap daerah," ujarnya.

               Menurut Sholihuddin, penentuan upah minimum kota (UMK) Solo 2020 juga masih dibahas
               alot. Tarik ulur terjadi antara pengusaha dan serikat pekerja dalam Dewan Pengupahan.
               Namun jika belum ada aturan baru, penghitungan UMK akan berdasarkan pada PP Nomor
               78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

               "Kami masih terus berusaha agar aspirasi pekerja dapat diakomodasi. Saat ini kami juga
               melakukan survei secara mandiri terhadap KHL di Kota Solo," jelasnya.

               Sekretaris Apindo Solo Wahyu Haryanto mengatakan, penentuan UMK Solo 2020 menunggu
               pembahasan di Dewan Pengupahan. "Sejauh ini dari Dewan Pengupahan belum ada
               kesepakatan terkait besaran UMK yang akan diusulkan pada tingkat provinsi," ucapnya.

               Reporter: Novita Rahmawati
               Editor: A. Hernawan










                                                      Page 268 of 329.
   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274