Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 57
Title KENAIKAN UMP 2020, TERNYATA ADA DAMPAK NEGATIF DAN POSITIFNYA, APA SAJA?
SEBESAR 8,51 PERSEN
Media Name jambi.tribunnews.com
Pub. Date 19 Oktober 2019
Page/URL https://jambi.tribunnews.com/2019/10/19/kenaikan-ump-2020-ternyata-ada -dampak-
negatif-dan-positifnya-apa-saja-sebesar-851-persen
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
TRIBUNJAMBI.COM - Dosen Fakultas Ekonomi UBB Devi Valeriani menjelaskan, pro
dan kontra UMP antara pelaku usaha dan tenaga kerja selalu menjadi rutinitas
dikala periode penetapan UMP akan diberlakukan.
Terlebih telah dikeluarkannya surat Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia
bertanggal 15 Oktober 2019 yang ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia, perihal
kenaikan UMP ditetapkan sebesar 8,51 persen, yang perhitungan telah mengacu
pada angka inflasi nasional sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional
5,12 persen.
Kenaikan UMP 2020 harus sudah ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya
pada 1 November 2019.
Dia menjelaskan, ada pandangan positif dan negatif mengenai kenaikan UMP
tersebut. Dampak positif di antaranya adalah pendapatan masyarakat meningkat
sehingga standar kebutuhan hidup layak akan terpenuhi, yang berujung kepada
kesejahteraan.
"Dampak lainnya yaitu daya beli akan semakin meningkat yang harapannya akan
meningkatkan jumlah produksi barang dan jasa yang akan menjadi pengungkit
pertumbuhan ekonomin," ujar Devi, Jumat (18/10/2019) malam.
Namun, Devi mengatakan, selain dampak positif tersebut dampak negatif yang
akan terjadi dari kenaikan UMP adalah kecenderungan naiknya harga barang dan
berpengaruh juga terhadap investasi. Karena salah satu pertimbangan investor
ketika berinvestasi pada satu daerah adalah masalah UMP.
"Dari sisi pelaku usaha jika memang harus mengikuti aturan UMP namun kondisi
keuangan tidak memungkinkan maka langkah PHK bisa saja dilakukan," katanya.
Page 56 of 329.

