Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 86
Title UPAH MINIMUM NAIK, PENGUSAHA RITEL KESULITAN
Media Name koran-jakarta.com
Pub. Date 19 Oktober 2019
Page/URL http://www.koran-jakarta.com/upah-minimum-naik--pengusaha-ritel-kesuli tan/
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Dewan Pengupahan DKI Jakarta memastikan upah minimum provinsi (UMP) DKI
Jakarta mengalami kenaikan sebesar 335,376 rupiah. Namun, pihaknya
menginginkan agar kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja lebih
ditingkatkan.
"Dengan inflasi 2019 sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12
persen maka kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen naik dari tahun 2019 sebesar
8,03 persen. Khusus DKI Jakarta UMP 2020 menembus angka 4.276.349 rupiah naik
sebesar 335,376 rupiah," ujar Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Sarman
Simanjorang, di Jakarta, Jum'at (18/10).
Artinya, lanjut Sarman, standar UMP di DKI Jakarta sudah sangat ideal bagi pekerja
yang baru pertama kali kerja, nol pengalaman dan masih bujangan. Dia
mengatakan, Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-
m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data
Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019 telah
memberikan suatu kepastian dan prediksi kenaikan UMP 2020 baik dikalangan
pengusaha maupun Serikat Pekerja.
"Walaupun kenaikan UMP sebesar 8,51 persen namun dengan kondisi ekonomi saat
ini bagi pengusaha tetap menjadi beban berat, apalagi para pelaku usaha di sektor
ritel yang terpukul sebagai dampak dari bisnis online dan industri padat karya yang
permintaan buyer turun drastis sebagai dampak gejolak ekonomi global dan perang
dagang Amerika dan Tiongkok," katanya.
Dia juga mengatakan, pelaku usaha kelas menengah dan kecil mengaku keberatan
dengan kenaikan UMP sebesar 8, 51 persen itu. Namun, katanya, kebijakan
pemerintah tersebut akan diterima dengan baik oleh pengusaha.
"Sesuai PP 78 Tahun 2015, Gubernur akan menetapkan UMP 2020 per 1 November
2019. Artinya, pengusaha memiliki kesempatan hampir 1,5 bulan untuk
mengevaluasi apakah memiliki kemampuan untuk melaksanakan kenaikan UMP
2020, jika tidak, tentu secepatnya mengajukan penangguhan sesuai dengan
peraturan yang ada," jelasnya.
Kualitas SDM
Dia berharap, Serikat Pekerja juga mengerti dengan kondisi ekonomi saat ini
sehingga tidak meminta kenaikan UMP yang berlebihan apalagi melakukan aksi
Page 85 of 329.

