Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 95
Title DIREKTUR AMAN: PEREKRUTAN TKI OLEH TERORIS KARENA GEGAR BUDAYA
Media Name jatim.antaranews.com
Pub. Date 11 November 2019
https://jatim.antaranews.com/nasional/berita/1157559/direktur-aman-per ekrutan-tki-
Page/URL
oleh-teroris-karena-gegar-budaya
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jakarta - Pekerja migran asal Indonesia rentan direkrut oleh kelompok ekstremis dan teroris
di negara tempat bekerja karena alasan terjadi gegar budaya dan mencari spiritualitas di
media sosial, ujar Direktur Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia Ruby Kholifah.
"Ini sesuatu yang serius karena targetnya buruh migran bukan yang berada di Arab, justru
buruh migran yang berada di negara-negara tujuan di mana mereka mengalami shock
culture yang luar biasa seperti Taiwan dan Hongkong," ujar Ruby dalam diskusi bertema
ISIS, Radikalisme dan Keterlibatan Perempuan yang diadakan di Cikini, Jakarta Pusat pada
Senin.
Ruby mengambil contoh Ika Puspitasari yang ditangkap pada Desember 2016 karena
terlibat dengan jaringan teroris dan diproyeksikan menjadi "pengantin" bom bunuh diri di
Bali. Ika adalah mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hong Kong dan
diduga teradikalisasi di sana dan menyatakan kesetiaan kepada ISIS serta membiayai
kelompok teror menggunakan gajinya sebagai buruh migran.
Selain Ika terdapat juga Dian Yulia Novi yang merupakan mantan pekerja migran di
Taiwan dan Singapura. Dia ditangkap aparat keamanan karena berencana meledakkan diri
diri di luar istana kepresidenan, baik Ika maupun Dian sudah dijatuhi hukuman penjara atas
rencana teror tersebut.
Baru-baru ini juga Polisi Diraja Malaysia (PDRM) pada September 2019 mengeluarkan rilis
telah menangani operasi penangkapan yang mengakibatkan 12 warga negara Indonesia
ditangkap karena diduga terlibat tindakan terorisme.
Menurut Ruby, gegar budaya ikut berpengaruh dengan rentannya buruh migran
teradikalisasi kelompok teror. Mereka kemudian membutuhkan saluran untuk mencari
pengampunan lalu menemukannya di dunia maya dan dari situ, kata dia, sayangnya
beberapa berlabuh ke kelompok-kelompok yang salah, yang kebanyakan ditemukan di
sosial media.
Pemerintah, ujar perempuan yang masuk ke 100 tokoh perempuan berpengaruh versi
media Inggris BBC pada 2014 itu, perlu melakukan intervensi baik berupa upaya preventif
atau tindakan tegas lain, mengingat upaya radikalisasi di luar negeri kepada pekerja migran
biasanya dilakukan oleh orang yang berasal dari Indonesia juga.
"Kita ingin negara benar-benar memikirkan sebelum mereka (pekerja migran) berangkat,
jadi tidak terlambat. Tapi juga Kementerian Agama agar memerhatikan ustad-ustad yang
akan dikirim," ujar Ruby.
Page 94 of 135.

