Page 302 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2021
P. 302
KEMNAKER DORONG INKOP JADI WADAH PELINDUNG TENAGA KERJA BONGKAR
MUAT
Pada masa pandemi COVID-19, Induk Koperasi (Inkop) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)
diharapkan terus menjadi wadah dalam melindungi para TKBM Indonesia. Hal ini disampaikan
oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-
Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Indah Anggoro Putri.
"Inkop TKBM ini harus bisa profesional dalam melaksanakan prinsip-prinsip hubungan kerja yang
layak serta dapat memberikan jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja," ucap Putri dalam
keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021). Dalam acara Rapat Anggota Tahunan 2019-2020 Induk
Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan kemarin, Putri mengungkapkan, menjelang
diterapkannya modernisasi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia serta sistem digitalisasi yang
berkembang cepat saat ini, menuntut adanya perubahan ke arah lebih baik untuk dapat bersaing
dengan pelabuhan-pelabuhan di negara lain.
"Kita harus buktikan Indonesia bukan hanya poros maritim dunia, tetapi juga sebagai negara
dengan layanan logistik terbesar dan profesional di kawasan Regional, Asia bahkan Dunia,"
ucapnya. Menurutnya, TKBM harus lebih qualified untuk dapat bersaing secara global. Adapun
Inkop harus bisa menjadi wadah penggerak TKBM menuju lebih baik dan kompeten. Ia
menambahkan, Kemnaker juga konsern membina TKBM dalam memasuki era modernisasi
pelabuhan dengan memastikan setiap TKBM mendapatkan akses pelatihan dalam menghadapi
perubahan teknologi saat ini.
"Itu penting harus diupayakan oleh Inkop TKBM di seluruh Indonesia, Kemnaker dan BNSP siap
untuk mendampingi seluruh Inkop TKBM dalam pelaksanaan sertifikasi," katanya. Putri juga
mengatakan, Menaker Ida Fauziyah dalam arahannya meminta Inkop TKBM perlu memikirkan
inovasi pengembangan jenis bidang usaha baru tidak hanya terbatas pada penyediaan jasa
tenaga kerja, namun juga pada sektor usaha lainnya yang akan memberikan keuntungan bagi
pengembangan modal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
"Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, Inkop TKBM harus melakukan transformasi dan
rebranding dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan bisnisnya yang tidak
hanya menerapkan digitalisasi, tetapi juga harus melakukan perubahan model bisnis,
manajemen dan pelayanan," ujarnya..
301

