Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 138
"Jadi tidak ada penunjukan terhadap delapan platform, tapi kerja sama. Kapan kerja
sama dimulai? Setelah Permenko diterbitkan," kata Panji dalam video conference,
Kamis (23/4).
Proses tender tidak dilakukan pemerintah karena tak ada pengadaan barang dan
jasa yang dibayar pemerintah pada platform tersebut. Menurut dia, yang dilakukan
pemerintah adalah memberikan bantuan dana kepada masyarakat untuk membeli
pelatihan yang disediakan melalui platform dalam mitra Kartu Prakerja.
"Ini transaksi komersial biasa. Cuma bantuan keuangan datang dari pemerintah.
Sama seperti seorang penerima bansos sembako, ketika pemerintah berikan uang
ke keluarga itu, dia belanja beras dan telur ke pasar/ warung. Jadi dalam hal ini
bukan warung kami tunjuk, tapi masyarakat kami berikan uang," jelasnya.
Kerja sama antara mitra dengan lembaga pelatihan pun berlaku secara business to
business pada kedua belah pihak. Panji juga menegaskan, mitra pelatihan itu juga
akan dipilih sendiri oleh para peserta.
Ruangguru Cs Akan Dievaluasi, yang Sepi Peminat Tersingkir dari Kartu
Prakerja
Pemerintah memastikan akan terus mengevaluasi mitra Kartu Prakerja setiap bulan.
Saat ini, ada delapan platform digital yang dipilih sebagai mitra, dengan total hingga
1.500 pelatihan. Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Yulius
mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi keberadaan platform digital tersebut
sebagai mitra Kartu Prakerja. Jika memang program yang ditawarkan sepi peminat
karena tidak cocok dengan peserta, bisa saja tersingkir.
"Bukan berarti nanti tidak evaluasi. Kita evaluasi keberadaan mereka, apakah cocok
atau tidak. Bukan harga mati mereka berada di situ terus, karena tiap bulan akan
kita evaluasi lagi," ujar Yulius kemarin.
Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky menjelaskan,
pihaknya menyerahkan seluruh pelatihan tersebut kepada peserta Kartu Prakerja.
Sehingga jika memang program pelatihan yang ditawarkan platform tersebut sepi
peminat, hal itu berarti hasil dari mekanisme pasar.
"Apabila pelatihan tidak dipilih, ini justru bukti bahwa pasar bekerja," katanya.
Menurut dia, kemungkinan ada beberapa faktor program pelatihan sepi peminat. Di
antaranya harga yang terlalu tinggi, tidak menarik, atau tidak cocok dengan yang
dibutuhkan peserta di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini.
"Tapi lembaga pelatihan juga bisa lihat, kalau mereka tawarkan sesuatu tapi enggak
dipilih, apakah enggak cocok dengan yang dibutuhkan, harga terlalu tinggi, atau
konten tidak menarik, atau tidak bermanfaat, itu semua pilihan konsumen," kata
Panji.
Page 137 of 254.

