Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 133
Ada tiga kriteria untuk lolos administrasi Kartu Pra Kerja yakni Warga Negara
Indonesia (WNI), usia di atas 18 tahun dan tidak sedang bersekolah atau
menempuh pendidikan.
Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky
mengatakan, peserta Kartu Pra Kerja yang dapat menerima pelatihan adalah
mereka yang sudah lolos verifikasi dan test kompetensi di situs prakerja.go.id.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan peserta sedang tidak menempuh pendidikan
sekolah atau kuliah, dan belum pernah menerima bantuan sosial (bansos).
"Semuanya harus sudah lulus dulu, verifikasi, tes kompetensi, dari segi umur,
sekolah, dan lain-lain. Kemudian, kita lihat apakah dia di data oleh Kementerian.
Kalau terdata, maka didahulukan sebagai pekerja atau pelaku usaha yang
terdampak COVID-19," jelas Panji.
Berikut ini cara daftar program Kartu Pra Kerja:
Pastikan syarat umur dan tidak bekerja serta menempuh pendidikan formal
terpenuhi.
Buka website www.prakerja.go.id, kemudian klik 'Daftar Sekarang'
Isi dan ikuti prosedur pendaftaran yang tersedia, kemudian kirim
Setelah itu data peserta Kartu Pra Kerja akan diverifikasi
Bagi yang lolos akan dikirimkan notifikasi melalui email, untuk selanjutnya
mendapatkan bantuan dan melakukan pelatihan.
Klik halaman berikutnya >>>
Nah, dalam menyelesaikan setiap langkah di atas, pendaftar juga harus
memperhatikan detail kecil yang dipersyaratkan. Salah satunya kualitas foto selfie
yang merupakan tahap yang harus diselesaikan oleh pendaftar.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja, Denni Puspa Purbasari
mengatakan salah satu alasan peserta tak lolos karena kualitas selfie-nya kurang
bagus seperti miring, gelap, dan blur. Atau bisa juga karena memakai aksesoris
seperti kacamata dan topi.
"Ada 30.000 yang tidak bisa melewati threshold yang ditetapkan. Threshold-nya
sama kita gunakan katakanlah seperti yang biasa digunakan oleh lembaga-lembaga.
Di sini penting untuk diketahui bisa jadi karena itu cara mengambil selfie-nya kurang
tepat misalkan satu blur, yang kedua pakai kacamata, yang ketiga kupingnya nggak
kelihatan, yang keempat miring, yang kelima berbayang-bayang atau gelap, keenam
pakai topi. Itu kemudian membuat face recognition-nya kurang berhasil," kata Denni
melalui telekonferensi, Rabu (22/4/2020).
Page 132 of 254.

