Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 129
Dalam keterangan Kemenaker yang diterima Tribun, Senin (20/4/2020), jumlah
tersebut didominasi oleh pekerja di sektor formal.
Pekerja formal yang di-PHK dan dirumahkan sebanyak 1.500.156 pekerja.
Sementara, jumlah pekerja dari sektor informal yang di-PHK dan dirumahkan,
sebanyak 443.760 pekerja.
"Data total pekerja sektor formal dan informal yang di-PHK dan dirumahkan per 16
April 2020 adalah 1.943.916," tulis keterangan tersebut.
Untuk jumlah perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan pekerjanya
tercatat sebanyak 114.340 ribu perusahaan.
Rinciannya ,83.456 ribu dari perusahaan di sektor formal, dan 30.794 perusahaan di
sektor informal.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons kabar sejumlah pekerja
yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19.
Untuk itu, ia meminta para pengusaha berusaha keras mempertahankan para
pekerja di tengah pandemi ini.
"Saya mengajak para pengusaha untuk berusaha keras mempertahankan para
pekerjanya," kata Jokowi saat konfrensi pers melalui siaran YouTube Sekretariat
Kabinet, Kamis (9/4/2020).
Jokowi pun meminta kesediaan masyarakat turut bergotong royong dalam
menghadapi pandemi Virus Corona ini.
Kepala Negara juga berharap, pembangunan yang telah ada selama ini bisa terus
dilanjutkan.
"Saya mengajak semua pihak untuk peduli kepada masyarakat yang kurang
mampu." "Dengan bergotong royong secara nasional, kita bisa mempertahankan
capaian pembangunan dan mempertahankannya untuk lompatan kemajuan." "Kita
harus sadar bahwa tantangan yang kita hadapi tidak mudah, kita harus hadapi
bersama-sama," tambahnya.
Menaker Minta PHK Jadi Langkah Terakhir
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta seluruh
perusahaan/dunia usaha agar menjadikan kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK) sebagai langkah terakhir.
Menaker meminta perusahaan melakukan berbagai upaya dan langkah alternatif
untuk menghindari PHK akibat Covid-19.
"Situasi dan kondisinya memang berat."
Page 128 of 254.

