Page 178 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 178
klaster ketenagakerjaan, kami meminta kepada Baleg untuk menunda
pembahasannya," ujar Puan kepada wartawan, Kamis (23/4).
Menurutnya, pembahasan pasal-pasal terkait ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja
ditunda selain karena semua pihak sedang fokus pada penanganan pandemi Covid-
19, juga agar DPR menerima masukan masyarakat terutama serikat pekerja.
"Kami minta Baleg tidak membahas dahulu materi-materi pada klaster
ketenagakerjaan sehingga bisa menunggu aspirasi atau berdiskusi dengan
masyarakat terkait dengan klaster ketenagakerjaan," tegasnya
Beri Alternatif
Willy Aditya meminta agar para penolak bisa memberikan alternatif peraturan lain
yang dianggap laik menggantikan RUU usulan pemerintah tersebut.
"Terkait statemen atau permintaan dari para akademisi itu, ya itu sah sah saja.
Meskipun saya agak menyayangkan," kata dia.
"Kalau mereka memang menolak RUU Ciptaker, apa tawaran mereka dalam upaya
melakukan penyederhanaan perizinan dan iklim investasi yang sehat. Jangan cuma
minta dan mendesak saja. Apa tawarannya kalau bukan omnibus law?" ujarnya.
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) ini menegaskan, bahwa parlemen bertugas
untuk melakukan pembahasan terhadap RUU.
Dalam pembahasan tersebut perlu ada 'pertarungan argumentasi'.
"Toh, kami di DPR ini kan sekadar membahas saja. DPR ini kan battle of ideas selain
battle of interest. Apa-apa yang diusulkan oleh pihak manapun diblejeti di sini.
Termasuk RUU Ciptaker ini. Jangan pernah berpikir kalau sebuah RUU masuk
prolegnas atau masuk pembahasan otomatis akan lolos atau disahkan. Semuanya
dipertarungkan," ungkapnya.
Keterlibatan elemen masyarakat, seperti akademisi tidak saja hanya untuk
mengkritik sebuah RUU atau kebijakan, melainkan juga memberikan tawaran model
kebijakan yang lain.
Tidak hanya soal RUU, tapi juga soal solusi untuk sejumlah tantangan yang akan
dihadapi ke depan.
"Apa tawaran bagi masalah tumpah tindihnya regulasi kita? Apa solusi dari ruwet
dan parasitnya birokrasi perizinan kita? Apa jawaban terhadap krisis ekonomi global
yang sudah di depan mata? Apa yang bisa ditawarkan untuk menghadapi bonus
demografi yang sudah mulai kita rasakan mulai tahun 2020 ini?," tegasnya.
Dia berharap, pihak yang menolak cuma sekedar menyatakan penolakan dan
permintaan agar RUU Ciptaker dicabut saja.
Page 177 of 254.

