Page 231 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 231
Title IESR: DARIPADA TRAINING NGGAK JELAS, PROGRAM PRAKERJA BANGUN PLTS ATAP
Media Name jawapos.com
Pub. Date 24 April 2020
https://www.jawapos.com/ekonomi/energi/24/04/2020/iesr-daripada-traini ng-nggak-
Page/URL
jelas-program-prakerja-bangun-plts-atap/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Institute for Essential Services Reform (IESR) mengusulkan, daripada digunakan
untuk pelatihan, lebih baik triliunan rupiah anggaran program Kartu Prakerja
diperuntukkan Program Surya Nusantara 1GWp di rumah tangga 450VA dan 900VA.
Selain dapat menekan subsidi listrik dalam jangka panjang, efek nyata dari program
ini adalah penyerapan tenaga kerja langsung dan tak langsung hingga 30 ribu orang
per tahun.
Dalam sebuah seminar baru-baru ini, Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa
menuturkan, Covid-19 menimbulkan pelemahan ekonomi. Pembatasan aktivitas
yang berlangsung di banyak tempat menurunkan permintaan PLTS untuk segmen
rumah tangga (sebesar 50-100 persen) serta komersial dan industri (C&I)
(antara 50-70 persen).
"Dari survei kami, sebagian besar EPC mengatakan outlook enam bulan ke depan
masih negatif. Jadi, belum ada order baru untuk skala rumah tangga. Sepertinya
semuanya menahan, tidak belanja dulu untuk hal-hal yang nonesensial," kata
Fabby.
Sementara itu, penurunan permintaan PLTS atap untuk segmen C&I lebih
rendah, karena memang ada proyek yang sudah disiapkan sebelum pandemi. Meski
begitu, memasuki Maret 2020, agaknya beberapa proyek terpaksa ditunda karena
perusahaan menghitung kembali cash-flow mereka.
"Penguatan dolar menyebabkan kenaikan capex ( capital expenditure ), sehingga
perhitungan keekonomian dalam hal pengembalian investasi itu naik 1-2 tahun dari
perhitungan awal," imbuh Fabby.
Di samping karena fluktuasi kurs, terkendalanya proyek-proyek PLTS atap segmen
C&I dikarenakan gangguan supply-chain dari Tiongkok. Para EPC mengalami
kendala pengiriman. Barang yang diorder sejak Januari belum bisa dikirim, karena
memang kapasitas pelabuhan di Tiongkok belum pulih.
"Logistik masih terganggu, apalagi Tiongkok memprioritaskan pengiriman perangkat
penanganan Covid-19," lanjut Fabby.
Page 230 of 254.

