Page 242 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 242
Title PKS DESAK PROGRAM KARTU PRAKERJA DISETOP: JELAS DIPAKSAKAN DAN AKAL-AKALAN
Media Name merdeka.com
Pub. Date 24 April 2020
https://www.merdeka.com/politik/pks-desak-program-kartu-prakerja-diset op-jelas-
Page/URL
dipaksakan-dan-akal-akalan.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Merdeka.com - Wakil Ketua Fraksi PKS , Sukamta mendesak pemerintah agar
rencana pelatihan online program kartu prakerja yang akan digulirkan untuk
dihentikan dan tidak dipaksakan untuk dijalankan. Hal ini mengingat ada banyak
kritik dan masukan terhadap rencana pelatihan senilai Rp5,6 triliun tersebut.
Program tersebut dianggap tidak efektif berjalan di masa pandemi Covid-19.
Program pelatihan secara online ini juga dianggap terlalu mahal dari sisi biaya. Serta
ada kesan program pelatihan ini hanya akal-akalan antara pemerintah dengan pihak
mitra perusahaan platform digital. Karena tidak melalui proses tender sebagaimana
biasanya dilakukan dalam pelaksanaan program pemerintah.
"Hentikan segera dan bekukan dulu dana yang sudah disalurkan ke 160 ribu peserta
tahap pertama. Saya harap pemerintah jangan menutup telinga terhadap berbagai
kritik dan masukan terhadap rencana pelatihan online program kartu kerja," kata
dia, kepada wartawan, Jumat (24/4).
"Saat seperti ini mestinya pemerintah fokus untuk mengatasi segera Covid-19 yang
hingga hari ini terus terjadi peningkatan jumlah kasus dan menyebar semakin luas
di banyak kabupaten/kota. Jika Covid-19 ini tidak segera tertangani dampaknya
akan semakin berat dan dalam terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Pelatihan kerja online ini termasuk kegiatan yang sifatnya tidak mendesak, bisa
dilakukan setelah pandemi berakhir," jelas Sukamta.
Dia menilai konsep kartu prakerja telah dipaksakan berubah konsep karena adanya
pandemi virus corona yang juga menghantam Indonesia. Namun demikian
perubahan konsep ini masih mentah dan terlihat kesan ada yang mencari
keuntungan di tengah penderitaan masyarakat dengan dalih pelatihan online.
"Ini jelas terkesan dipaksakan dan akal-akalan. Program ini kita tahu berangkat dari
janji kampanye Jokowi untuk mengatasi pengangguran, kata Pak Menko berubah
menjadi bagian dari jaring pengaman sosial karena kondisi Covid-19. Dalam hal
menjadi jaring pengaman untuk para pekerja sektor informal yang kehilangan
pekerjaan dan juga para buruh yang di-PHK, kita setuju. Tapi yang kita saksikan ini
Page 241 of 254.

