Page 199 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2021
P. 199

Ringkasan

              Kementerian  Ketenagakerjaan  menerima  data  calon  penerima  bantuan  pemerintah  berupa
              subsidi gaji/upah ( BSU ) bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, beberapa
              waktu lalu. Prosesi serah terima data ini sebagai tanda dimulainya program BSU tahun 2021.
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa pada hari ini pihaknya menerima
              data  dari  BPJS  Ketenagakerjaan  sebanyak  1  juta  calon  penerima  bantuan  dari  8,73  juta
              pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima BSU. Untuk jumlah calon penerima tersebut,
              Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,8 Triliun.



              KEMNAKER IMBAU PERUSAAN DAFTARKAN KARYAWAN PESERTA BPSJ
              KETENAGAKERJAAN AGAR DAPAT BSU GAJI!

              Kementerian  Ketenagakerjaan  menerima  data  calon  penerima  bantuan  pemerintah  berupa
              subsidi gaji/upah ( BSU ) bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, beberapa
              waktu lalu. Prosesi serah terima data ini sebagai tanda dimulainya program BSU tahun 2021.

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa pada hari ini pihaknya menerima
              data  dari  BPJS  Ketenagakerjaan  sebanyak  1  juta  calon  penerima  bantuan  dari  8,73  juta
              pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima BSU. Untuk jumlah calon penerima tersebut,
              Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,8 Triliun.

              "Nantinya data 1 juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh Kementerian
              Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari duplikasi data,"
              ujar Menaker Ida.

              Kakak Rizky Billar Bongkar Kondisi Rumah Tangga Sang Adik dengan Lesti Kejora: Menaker Ida
              meminta kepada seluruh perusahaan yang belum menyerahkan data rekening pekerjanya agar
              segera menyerahkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula para pekerja/buruh yang memenuhi
              syarat,  tapi  belum  menyerahkan  data  nomor  rekening  bank-nya  ke  perusahaan  agar  segera
              menyerahkan ke perusahaan guna memperlancar proses pemberian bantuan.

              "Saya  mengimbau  kepada  seluruh  perusahaan  dan  pekerja/buruh  di  seluruh  Indonesia  yang
              belum mendaftar di program BPJS Ketenagakerjaan, segera daftarkan diri kita dan pekerja/buruh
              kita pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian
              kita semua dapat terlindungi, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini," ucapnya.

              Ia berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi para pekerja/buruh dan
              juga perusahaan yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini.

              "Gunakanlah sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan, dan
              terus optimis kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," ucapnya.

              Adapun, pekerja/buruh yang akan mendapat bantuan harus memenuhi seluruh persyaratan yaitu
              WNI yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
              masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai
              dengan Juni 202.

              Pekerja  yang  berhak  mendapatkan  bantuan  harus  bergaji  paling  banyak  Rp3,5  juta, dengan
              ketentuan  pekerja/buruh  yang  bekerja  di  wilayah  dengan  upah  minimum  provinsi  atau
              kabupaten/kota lebih besar dari Rp3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling
              banyak sebesar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga ratus



                                                           198
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204