Page 88 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2021
P. 88
MENAKER IDA DAMPINGI WAPRES PIMPIN RAKOR BAHAS KEMISKINAN EKSTREM
DI MANOKWARI
MANOKWARI - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin
dalam rapat koordinasi terpadu percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua Barat
serta percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di 5 kabupaten prioritas yang
berlangsung di Kantor Gubernur Papua Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis
(14/10).
Ada lima kabupaten yang menjadi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di tahun ini,
yaitu Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Tambraw, Maybrat, dan Manokwari Selatan.
Saat membuka rapat, Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan beberapa hal penting terkait progres
pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan
Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat agar diketahui seluruh masyarakat.
"Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa percepatan pembangunan wilayah Papua harus
memberikan perubahan nyata dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya khususnya
bagi Orang Asli Papua (OAP)," kata Wapres Ma'aruf Amin.
Wapres menyampaikan wujud komitmen pemerintah mempercepat pembangunan di wilayah
Papua, kebutuhan pendanaan dalam Rencana Aksi dan Quick Wins tersebut telah dimuat pada
APBN 2021, yang secara umum telah dialokasikan melalui pendanaan sektoral kementerian atau
lembaga, serta pendanaan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).
"Tujuh fokus pembangunan kesejahteraan yaitu penanggulangan kemiskinan, peningkatan
kualitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar,
penguatan usaha kecil dan menengah, peningkatan ketenagakerjaan, dan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan (SDGs)," sebutnya.
Usai rakor, dalam perjalanan pulang Wapres Ma'aruf Amin mendadak berhenti menemui
pedagang buah di kawasan Pondok Pinang, yang berada di sebelah Kantor Gubernur Papua
Barat. Saat berdialog dengan para pedagang buah tersebut, Menaker Ida Fauziyah langsung
memborong habis buah alpukat mentega yang berada di sebelahnya.
"Saya beli semua alpukatnya ya Bu untuk oleh-oleh," kata Menaker Ida.
Dorkat (62), pedagang buah alpukat dan pinang merasa senang dagangannya diborong habis
Menaker Ida. Ibu tiga anak itu mengaku telah berdagang selama tiga tahun di kawasan Pondok
Pinang. "Puji Tuhan, terima kasih Bu Menteri sudi mampir untuk membeli alpukat mentega kami,"
kata Dorkat. (mrk/jpnn)
87

