Page 203 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JANUARI 2020
P. 203
Kenaikan manfaat ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82/2019
tentang perubahan atas PP Nomor 44/2015 yang mengatur Penyelenggaraan
Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Seiring dengan peningkatan manfaat ini, Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto
mengaku akan ada penambahan pembayaran klaim di tahun ini. Agus
memperkirakan, pembayaran klaim akan lebih dari 20% di tahun. Namun, dia belum
bisa memperkirakan secara pasti berapa besar peningkatan pembayaran klaim di
2020.
"Kalau klaimnya rata-rata naik 20% setiap tahun, mungkin lebih besar dari itu.
Tetapi tidak sampai 50%," ujar Agus, Selasa (14/1).
Menurut Agus, potensi kenaikan klaim serta pengaruhnya terhadap keuangan
BPJamsostek pun sudah dihitung secara cermat oleh aktuaris BPJamsostek.
"Kita sudah melakukan perhitungan dengan tim aktuaris kita, baik internal maupun
eksternal untuk antisipasi kenaikan klaim tersebut, dan antisipasinya terhadap
tingkat kesehatan keuangannya," terang Agus.
Sementara itu, Berdasarkan catatan BPJamsostek hingga November 2019,
pembayaran klaim yang sudah dilakukan mencapai Rp 26,7 triliun. Pembayaran
tersebut terbagi atas JKK Rp 1,4 triliun, JKm sebesar Rp 790 miliar, Jaminan Hari
Tua (JHT) sebesar Rp 24,4 triliun, serta Jaminan Pensiun sebesar Rp 105,7 miliar.
Sementara, dana kelolaan BPJamsostek hingga November 2019 mencapai Rp
418,73 triliun.
Dengan PP 82/2019, bila pekerja mengalami kecelakaan kerja sehingga mengalami
cacat total hingga meninggal dunia, maka ahli waris akan mendapatkan beasiswa
dari TK hingga perguruan tinggi dengan nilai Rp 174 juta untuk 2 anak.
Sebelumnya, beasiswa diberikan kepada 1 anak dengan nilai Rp 12 juta. Terhitung,
kenaikan manfaat ini sebesar 1.350%. Ada pula manfaat baru yang diterima di JKK,
yakni berupa homecare dan penambahan besaran biaya transportasi, pemakaman,
santunan berkala dan masa kadaluarsa klaim.
Sementara, untuk jaminan kematian, terdapat penambahan besaran biaya
transportasi, biaya pemakaman dan santunan berkala sebesar Rp 42 juta dari
sebelumnya Rp 24 juta. Kenaikan manfaat ini mencapai 75%.
Page 202 of 203.

