Page 215 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2020
P. 215

Title          DPD INGATKAN PHK DAMPAK COVID-19 HARUS SESUAI UU KETENAGAKERJAAN
               Media Name     jabar.antaranews.com
               Pub. Date      11 April 2020
                              https://jabar.antaranews.com/internasional/berita/1415941/dpd-ingatkan -phk-dampak-
               Page/URL
                              covid-19-harus-sesuai-uu-ketenagakerjaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Jakarta - Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bambang Sutrisno
               mengingatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja sebagai dampak
               pandemi COVID-19 harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13
               Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. "Undang-Undang Ketenagakerjaan sangat
               kuat dalam melindungi hak-hak pekerja, terutama berkenaan dengan pemutusan
               hubungan kerja," kata Bambang melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

               Bambang mengatakan Pasal 150 hingga Pasal 172 Undang-Undang
               Ketenagakerjaan memuat syarat dan prosedur bagi perusahaan untuk melakukan
               pemutusan hubungan kerja yang wajib diikuti. Senator dari Provinsi Jawa Tengah itu
               mengatakan Undang-Undang Ketenagakerjaan tidak mengenal istilah pemutusan
               hubungan kerja sepihak dan tanpa pesangon.

               "Setiap pemutusan hubungan kerja yang dilakukan pengusaha terhadap pekerja
               pada prinsipnya harus dirundingkan bersama menyangkut pemenuhan dan
               pembayaran hak-hak pekerja seperti pesangon, penghargaan masa kerja, dan uang
               penggantian hak," ujarnya pula.

               Undang-Undang Ketenagakerjaan juga menetapkan jumlah pesangon, penghargaan
               masa kerja dan uang penggantian hak yang menjadi hak pekerja. "Dalam hal tidak
               terjadi kesepakatan antara pengusaha dan pekerja sehingga terjadi perselisihan
               perburuhan, maka pemutusan hubungan kerja wajib ditetapkan oleh lembaga
               penyelesaian perselisihan perburuhan," katanya lagi.

               Bambang mengatakan pandemi COVID-19 yang disebabkan Virus Corona telah
               berdampak pada sektor ketenagakerjaan. Di Jakarta saja, 139.288 pekerja dari
               15.472 perusahaan terkena PHK dan dirumahkan tanpa menerima upah.

               "Gelombang pemutusan hubungan kerja dapat dipastikan tidak hanya melanda
               Jakarta, tetapi juga kota-kota di sekitar Jakarta yang menjadi kawasan industri,
               seperti Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang," katanya pula. Berdasarkan data yang
               dilaporkan ke Komite III DPD, gelombang pemutusan hubungan kerja juga terjadi di
               Bali (400 di-PHK, 17.000 dirumahkan), Kalimantan Tengah (848 dirumahkan hingga
               PHK), Jawa Barat (34.365 diliburkan, 14.053 dirumahkan, 5.047 di-PHK), Jawa
               Timur (1.923 di-PHK, 16.086 dirumahkan), dan Jambi (749 dirumahkan).




                                                      Page 214 of 394.
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220