Page 152 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 152
Menaker Ida Fauziah mengatakan pihaknya akan terus berusaha memperbaiki iklim
ketenagakerjaan untuk mendorong iklim investasi yang positif di Indonesia sesuai
mandat Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Dalam pertemuan tadi intinya kita sepakat memperbaiki iklim ketenagakerjaan ke
arah yang lebih baik. Kita butuh iklim hubungan industrial yang lebih kondusif.
Indonesia harus mampu menjawab kebutuhan tenaga terampil dengan jumlah
memadai sehingga bisa memenuhi kebutuhan dunia industri," ujar Ida Fauziyah.
Hal senada dinyatakan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Haiyani Rumondang. Menurutnya sesuai tujuan
kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin lima tahun ke depan adalah
menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat.
"Sesuai arahan Presiden, yang mendorong Kementerian menyederhanakan regulasi
untuk memudahkan masuknya investasi ke Indonesia sehingga dapat membuka
lapangan kerja," ujarnya.
Haiyani menegaskan dalam menghadapi tantangan ekonomi di era disrupsi industri
4.0 yang semakin besar, tidak perlu mengkhawatirkan untuk berinventasi di negara
Indonesia. Investasi di Indonesia akan tetap menguntungkan bagi semua pihak di
masa mendatang. "Pemerintah akan terus memberikan perhatian secara serius
terhadap iklim investasi yang kondusif, termasuk menjaga iklim ketenagakerjaan
yang stabil dan semakin kondusif bagi investor," katanya.
Hingga saat ini lanjut Haiyani, pemerintah melalui Kemnaker juga sedang dan terus
meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan vokasi melalui strategi triple skilling,
yakni skilling, upskilling dan reskilling. "Indonesia harus bisa memproduksi pekerja
yang berkualitas, ketersediaan tenaga terampil memadai sehingga bisa memenuhi
kebutuhan dunia industri,"ujarnya.
Page 151 of 193.

