Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 61
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan Slamet Hariyadi
mengatakan pada rapat terakhir Dewan Pengupahan belum ada kesepakatan satu
angka UMK yang diusulkan sehingga hal itu disampaikan kepada wali kota.
"Angka yang diajukan tersebut akan dipilih oleh wali kota berdasarkan aturan yang
ada. Seharusnya angka UMK sudah diajukan kepada Gubernur Jateng pada 4
November 2019. Akan tetapi, karena kesibukan wali kota maka angka itu baru bisa
diusulkan dalam waktu dekat," katanya.
Sebelumnya, Perwakilan DPC SPN Kota Pekalongan Mustakim Atho memunculkan
angka usulan UMK Kota Pekalongan 2020 yaitu sebesar Rp2.302.772 dengan
mengacu pada formula perhitungan UMK yang tercantum pada UU Nomor 13 Tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan.
Formula yang digunakan SPN, didasarkan pada hasil survei kebutuhan hidup layak
(KHL) tahun berjalan ditambah inflasi dan angka pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan survei SPN, KHL Kota Pekalongan tahun 2019 sebesar Rp2.122.175
yang kemudian ditambah inflasi 3,39 persen dan angka pertumbuhan ekonomi 5,12
persen sesuai yang telah ditetapkan BPS.
"Dari hasil perhitungan berdasarkan formula tersebut, SPN mendapatkan angka
UMK yang ideal, sesuai dengan kondisi riil yaitu Rp2.302.772. Angka itu juga telah
kami sampaikan pada sidang Dewan Pengupahan sebagai angka usulan dari SPN,"
katanya.
Page 60 of 193.

