Page 180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 180

"49 TKA yang lalu saja kita sudah babak belur. Suasana kebatinan masyarakat
               menghadapi corona, tidak tepat dengan memasukkan TKA asal Cina," terangnya.


               Sementara itu, seluruh unsur pimpinan dan fraksi di DPRD Sultra sepakat menolak
               kedatangan 500 TKA asal China ke Sultra yang akan bekerja di perusahaan PT VDNI
               di Kabupaten Konawe, Sultra. Penolakan itu disampaikan dalam rapat paripurna
               yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Sultra, Rabu (29/4/2020).


               Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh menyatakan penolakan ini bukan berarti
               anti terhadap investasi China, tetapi karena situasi saat ini tidak tepat.


               Ia meminta agar kebijakan ini ditunda sementara waktu hingga masalah corona ini
               berhasil dilalui. Abdurrahman bahkan menegaskan akan memimpin aksi penolakan
               jika 500 TKA dipaksakan tetap datang di Sultra.


               "Saya pimpin langsung aksi jika dipaksa datang," tegasnya.

               Sementara itu, Sudirman dari Fraksi PKS DPRD Sultra juga menyatakan penolakan
               dan mempertanyakan soal tenaga kerja lokal yang tidak dipekerjakan.

               "Ini aneh, tenaga kerja lokal kita rumahkan lalu TKA didatangkan dari luar ini
               tentunya sedih sekali," katanya.

               DPRD Sultra juga sepakat mendesak kepada pihak perusahaan untuk melakukan
               evaluasi dan memanfaatkan tenaga kerja lokal. Pihak perusahaan PT VDNI yang
               dikonfirmasi terkait kedatangan ratusan TKA itu belum memberi tanggapan.

               Seperti diketahui, dalam surat RPTKA yang diajukan pada 1 April 2020 oleh dua
               perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel
               ini memang telah disetujui oleh Kemenaker.

               Lantaran disetujuinya TKA China itu karena kondisi psikologis TKA sebelumnya yang
               telah bekerja di dua perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara sudah tidak
               kondusif.

               "Kondisi kedua perusahaan itu nggak kondusif. Karena TKA lama sudah mulai
               boring. TKA di sana kontraknya rata-rata hanya 6 bulan. Tidak bisa pulang karena
               tertahan ini, karena masalah transportasi. Kalau kondisinya seperti ini berarti kan
               perlu penyegaran," jelas Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan PKK
               Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi seperti dikutip dai Kompa.com.


               Menurutnya, bila tidak ada penyegaran TKA bakal berimbas terhadap perumahan
               tenaga kerja lokal karena tidak ada project atau perusahaan bakal menghentikan
               pembangunan di sana.

               Meski begitu, ia mengatakan, kedatangan 500 TKA asal China tersebut tidak akan
               terjadi dalam waktu dekat. Hal tersebut lantaran Indonesia baru saja menerapkan
               status pembatasan transportasi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor
               25 Tahun 2020.



                                                      Page 179 of 184.
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185