Page 179 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 179
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (
Kemenaker) Aris Wahyudi menjelaskan, Rencana Penggunaan 500 Tenaga Kerja
Asing (RPTKA) asal China di Indonesia masih tertunda kedatangannya. Pasalnya,
Indonesia baru saja menerapkan status pembatasan transportasi berdasarkan
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.
Dengan demikian, dapat dipastikan kedatangan TKA asal China tersebut tidak akan
datang dalam waktu dekat ini.
"Itu masih jauh dari kedatangan. Bukan berarti hari ini kita teken, terus besok
mereka tiba. Prosedurnya masih panjang karena mereka masih harus visa, Imigrasi,
Kemenkum HAM, ke kedutaan," ujar Aris dihubungi Kompas.com, Kamis
(30/4/2020).
Dia memastikan bahwa hadirnya 500 TKA China tersebut akan datang kala
pemerintah telah mencabut status pembatasan transportasi.
"Jadi tidak dalam waktu dekat ini, bisa Juni, Juli. Kayaknya dari perusahaan
memandang di-suspend," ujarnya.
Pihak Luhut angkat bicara
Rencana kedatangan 500 TKA asal China ke Sulawesi Tenggara mendapat
penolakan dari Gubernur dan DPRD setempat. Lantaran terkait dengan investasi,
Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi
menanggapi rencana kedatangan para TKA China itu. Ia mengatakan, rencana
kedatangan 500 TKA China itu tak terkait dengan kepentingan pribadi Menko
Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
"Tidak ada kepentingan Pak Luhut pribadi di sana (soal 500 TKA China), selain
hanya ingin melihat kemajuan daerah dan Indonesia sebagai pemain utama dalam
peningkatan nilai tambah komoditas nikel," kata Jodi kepada Kompas.com, Kamis
(30/4/2020).
Ia mengatakan, kedatangan para TKA China lantaran kemampuannya dibutuhkan.
Sebab, ucapnya, tenaga kerja lokal belum bisa menggantikan para TKA tersebut.
Gubernur dan DPRD Menolak
Sebelumnya, Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara satu suara menolak
kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang rencananya datang
mulai pekan ini secara bertahap. Gubernur Sultra Ali Mazi membenarkan rencana
kedatangan ratusan TKA yang akan bekerja di salah satu pabrik smelter yang ada di
Sultra.
Diakuinya, pemerintah pusat telah menyetujui kedatangan TKA asal China di Sultra.
Menurutnya, penolakan itu dilakukan karena bertentangan dengan susana kebatinan
masyarakat Sultra yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19.
Page 178 of 184.

