Page 120 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 NOVEMBER 2019
P. 120
berangkat menuju Batam.
"Kami baru diberitahu sesaat mau berangkat ke Batam, saya akan bekerja di kedai
sementara sepupu saya CH sebagai baby siter, saya marah tapi tak dihiraukan lagi,"
kata RA.
Keduanya berpisah di pelabuhan menuju ke Malaysia . Nica berangkat terlebih
dahulu sementara RA belakangan.
Di Malaysia keduanya pun ditempatkan di rumah berbeda kemudian disalurkan
kembali.
Vera mengaku selama di Malaysia diminta bekerja selama 20 jam dalam satu hari.
Mulai dari bangun pukul 03.00 hingga tidur pukul 00.00 WIB.
Pekerjaannya mulai dari bersih-bersih rumah, memasak, dan menjadi buruh di toko.
"Majikan saya disana itu punya toko, saya bangun jam 3 subuh, menyapu, mengepel,
memasak. Kemudian berangkat ke toko, diminta memikul beberapa karungan gula
dan beras," katanya.
"Kemudian pulang jam 5 sore, dan melanjutkan pekerjaan di rumah, mulai dari
memasak, menyetrika, masak makan malam dan lain sebagainya, majikan saya bilang
kamu makan setelah kami makan, kamu tidur setelah kami tidur," katanya.
Vera mengaku berulangkali mendapatkan perlakuan kasar majikannya, mulai dari
ditendang, diinjak, dijewer bahkan disiram air kotor.
Majikan menganggap Vera tak patuh dan kerap melawan sehingga berbuat kasar.
Bahkan, Vera sempat disiram air bekas air cucian daging babi karena majikan
menganggap melawan perintahnya.
Dia mengaku tidak bisa berkomunikasi karena ponselnya disita oleh majikan.
"Semakin melawan saya semakin dianiaya, saya dimasukkan ke kamar, ditendang,
ditampar bahkan diinjak menggunakan sepatu hak tinggi, hingga tempurung kaki
memar-memar," katanya.
Page 119 of 135.

