Page 149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 149

Title          PEMKAB LEBAK MINTA WARGA WASPADAI CALO TENAGA KERJA MIGRAN
               Media Name     jateng.antaranews.com
               Pub. Date      06 Desember 2019
                              https://jateng.antaranews.com/internasional/berita/1197348/pemkab-leba k-minta-
               Page/URL
                              warga-waspadai-calo-tenaga-kerja-migran
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat mewaspadai calo
               tenaga kerja migran atau sponsor yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri agar tidak
               menjadi korban kekerasan.

                "Kami belum lama ini menerima dan menyerahkan jenazah Dayat (40), warga Lebak,
               kepada keluarganya. Dia bekerja ke Malaysia secara ilegal dengan visa turis," kata Kepala
               Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak
               Yuningsih di Lebak, Jumat.

                Dia meminta masyarakat mewaspadai jika bekerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji
               besar, namun perusahaan mereka ilegal tanpa memiliki perusahaan yang jelas.


                 Warga Lebak yang menjadi korban TKI ilegal itu, kata dia, bekerja di perkebunan kelapa
               sawit hingga meninggal dunia di Malaysia karena sakit.

                Pemerintah daerah bersama Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja
               Indonesia (BP3TKI) Provinsi Banten bisa memulangkan jenazah pekerja migran itu.

                Namun, pihaknya tidak bisa memperjuangkan asuransi maupun gaji almarhum Dayat,
               karena ia bekerja secara ilegal itu.

                "Kami tetap melindungi warganya dengan memulangkan ke Tanah Air, setelah menerima
               laporan warga Lebak meninggal di Malaysia, kendati mereka bekerja ilegal tanpa memiliki
               dokumentasi," katanya menjelaskan.


                 Menurut dia, saat ini, 66 warga Kabupaten Lebak bekerja migran di sejumlah negara
               Asean seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam berdasarkan rekomendasi dari
               perusahaan bersangkutan.

                Mereka mengadu nasib di negara tetangga itu dengan bekerja sebagai asisten rumah
               tangga dan pabrik di kawasan industri dengan pendidikan mulai SD sampai SMA.

                Ditemui secara terpisah, Mumun (25), salah seorang warga Kecamatan Sajira Kabupaten
               Lebak, mengaku dirinya akan berangkat bekerja ke Singapura sebagai asisten rumah
               tangga.

                Saat ini, kata dia, persiapan persyaratan administrasi juga persyaratan lainnya sudah
               lengkap.

                "Kami bekerja ke luar negeri itu ingin mengubah kehidupan yang lebih baik,terlebih punya
               tanggungan seorang anak," ujarnya..




                                                      Page 148 of 150.
   144   145   146   147   148   149   150   151