Page 144 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 144
Title PEMKAB LEBAK MINTA WARGA WASPADAI CALO TENAGA KERJA MIGRAN
Media Name jabar.antaranews.com
Pub. Date 06 Desember 2019
https://jabar.antaranews.com/internasional/berita/1197348/pemkab-lebak -minta-warga-
Page/URL
waspadai-calo-tenaga-kerja-migran
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat mewaspadai calo
tenaga kerja migran atau sponsor yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri agar tidak
menjadi korban kekerasan.
"Kami belum lama ini menerima dan menyerahkan jenazah Dayat (40), warga Lebak,
kepada keluarganya. Dia bekerja ke Malaysia secara ilegal dengan visa turis," kata Kepala
Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak
Yuningsih di Lebak, Jumat.
Dia meminta masyarakat mewaspadai jika bekerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji
besar, namun perusahaan mereka ilegal tanpa memiliki perusahaan yang jelas.
Warga Lebak yang menjadi korban TKI ilegal itu, kata dia, bekerja di perkebunan kelapa
sawit hingga meninggal dunia di Malaysia karena sakit.
Pemerintah daerah bersama Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia (BP3TKI) Provinsi Banten bisa memulangkan jenazah pekerja migran itu.
Namun, pihaknya tidak bisa memperjuangkan asuransi maupun gaji almarhum Dayat,
karena ia bekerja secara ilegal itu.
"Kami tetap melindungi warganya dengan memulangkan ke Tanah Air, setelah menerima
laporan warga Lebak meninggal di Malaysia, kendati mereka bekerja ilegal tanpa memiliki
dokumentasi," katanya menjelaskan.
Menurut dia, saat ini, 66 warga Kabupaten Lebak bekerja migran di sejumlah negara
Asean seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam berdasarkan rekomendasi dari
perusahaan bersangkutan.
Mereka mengadu nasib di negara tetangga itu dengan bekerja sebagai asisten rumah
tangga dan pabrik di kawasan industri dengan pendidikan mulai SD sampai SMA.
Ditemui secara terpisah, Mumun (25), salah seorang warga Kecamatan Sajira Kabupaten
Lebak, mengaku dirinya akan berangkat bekerja ke Singapura sebagai asisten rumah
tangga.
Saat ini, kata dia, persiapan persyaratan administrasi juga persyaratan lainnya sudah
lengkap.
"Kami bekerja ke luar negeri itu ingin mengubah kehidupan yang lebih baik,terlebih punya
tanggungan seorang anak," ujarnya..
Page 143 of 150.

