Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 140

Title          BPJS WATCH MINTA PEMERINTAH EVALUASI SEJUMLAH REGULASI JAMINAN SOSIAL
                              KETENAGAKERJAAN
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      06 Desember 2019
               Page/URL       https://nasional.kontan.co.id/news/bpjs-watch-minta-pemerintah-evaluas i-sejumlah-
                              regulasi-jaminan-sosial-ketenagakerjaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Koordinator advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar meminta pemerintah
               mengevaluasi sejumlah regulasi terkait jaminan sosial ketenagakerjaan.

               Timboel mengatakan, beberapa regulasi yang perlu dievaluasi antara lain UU no
               40/2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) khususnya Pasal 42 tentang
               jaminan pensiun yang belum memperbolehkan pekerja informal mendapatkan
               jaminan pensiun.

               Lalu PP no. 60/2015 jo. Permenaker No. 19/2015 yang membuka lebar persyaratan
               mengambil jaminan hari tua (JHT). Ia menilai, seharusnya ada persyaratan minimal
               kepesertaan JHT seperti di era jamsostek lalu.

               "Dari sisi implementasi, jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian
               (JKm) masih dilaksanakan secara terpisah pisah," kata Timboel dalam keterangan
               tertulisnya, Jumat (6/12).

               Timboel mengatakan, JKK dan JKm bagi ASN diserahkan ke PT Taspen sementara
               untuk pekerja swasta dikelola BPJamsostek.

               Seharusnya JKK dan JKm bagi ASN dikelola oleh BPJamsostek supaya ASN
               mendapatkan manfaat sebaik manfaat yg diberikan oleh BPJamsostek. Apalagi
               paska ditandatanganinya PP no.82/2019 yg merupakan hasil revisi PP no. 44/2015
               ttg JKK dan JKm.

               "Seperti yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa seluruh regulasi harus
               mencerminkan isi ideologi kita. Nah dengan dikelolanya ASN oleh PT Taspen maka
               para ASN tidak mendapatkan keadilan manfaat JKK JKm karena manfaat yang
               diterima ASN lebih rendah dibandingkan manfaat JKK Jkm bagi pekerja swasta yang
               dikelola BPJamsostek," ucap dia.


               Ia mengatakan, bila ada PBI (Penerima Bantuan Iuran) di program JKN maka sudah
               seharusnya PBI untuk jaminan sosial ketenagakerjaan (program JKK dan JKm) juga
               diberikan kepada pekerja informal miskin seperti pemulung, buruh tani, nelayan,
               dsb. Perlindungan Jamsos ketenagakerjaan bagi pekerja informal miskin merupakan
               implementasi riil nilai-nilai Pancasila.

               "Ke depan, Jamsos ketenagakerjaan dan JKN hrs dijadikan instrumen ampuh untuk
               melindungi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Timboel.



                                                      Page 139 of 150.
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145