Page 137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 137

Title          HARUS PUNYA MODAL RP 5 MILIAR, PENYALUR TKI GUGAT UU KE MK
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      06 Desember 2019
                              https://news.detik.com/berita/4812745/harus-punya-modal-rp-5-miliar-pe nyalur-tki-
               Page/URL
                              gugat-uu-ke-mk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               Jakarta  -  Penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) menggugat UU Nomor 18 Tahun
               2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Menurut penggugat, UU itu
               memberatkan usaha karena minimal memiliki modal Rp 5 miliar.

                Gugatan itu dilayangkan Ketua Umum Organisasi Perusahaan Penempatan Tenaga
               Kerja Indonesia (Aspataki) Saiful Mashud.


                "Menyatakan Norma Pasal 54 ayat (1) huruf (a) dan huruf (b) dan Pasal 82 huruf
               (a) serta Pasal 85 huruf (a) UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja
               Migran Indonesia bertentangan dengan Pasal 27 dan Pasal 28D ayat (1) dan Pasal
               33 UUD 1945," demikian bunyi tuntutan Saiful sebagaimana tertuang dalam berkas
               permohonan yang dilansir website Mahkamah Kontitusi (MK), Jumat (6/12/2019).

                #div-gpt-ad-1572507980488-0 iframe{  border: 0px;  vertical-align: bottom;
               position: fixed !important;  z-index: 1 !important;  left: 0px;  top: 0;  right: 0;
               margin: auto;  }    Pasal 54 (1) berbunyi:  Untuk dapat memperoleh SIP3MI
               sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1), Perusahaan Penempatan Pekerja
               Migran Indonesia harus memenuhi persyaratan:  a. memiliki modal disetor yang
               tercantum dalamakta pendirian perusahaan paling sedikit Rp 5 miliar.

                b. menyetor uang kepada bank pemerintah dalam bentuk deposito paling sedikit Rp
               1,5 miliar yang sewaktu-waktu dapat dicairkan sebagai jaminan untuk memenuhi
               kewajiban dalam Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;  c. memiliki rencana kerja
               penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia paling singkat 3 (tahun
               berjalan; dan memiliki sarana dan prasarana pelayanan penempatan Pekerja Migran
               Indonesia.

                Pasal 54 (2):  Deposito sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, hanya dapat
               dicairkan oleh Menteri apabila Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia
               tidak memenuhi kewajiban terhadap Calon Pekerja Migran Indonesia dan/atau
               Pekerja Migran Indonesia.


                 Pasal 82 yang berbunyi:  Dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun
               dan denda paling banyak Rp 15 miliar setiap orang yang dengan sengaja
               menempatkan Calon Pekerja Migran Indonesia pada:  a. jabatan dan jenis pekerjaan
               yang tidak sesuai dengan perjanjian kerja sehingga merugikan Calon Pekerja Migran




                                                      Page 136 of 150.
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142