Page 142 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 142

Title          INI PR BPJS KETENAGAKERJAAN DI USIA 42 TAHUN
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      06 Desember 2019
                              http://rri.co.id/post/berita/755625/nasional/ini_pr_bpjs_ketenagakerja
               Page/URL
                              an_di_usia_42_tahun.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan  yang sebelumnya disebut
               BP-Jamsostek telah berusia 42 tahun pada 5 Desember 2019. Koordinator Advokasi
               BPJS Watch Timboel Siregar, mengapresiasi kiprah BPJS Ketenagakerjaan  dalam
               menjalankan program jaminan sosial ketenagakerjaan selama 42 tahun yang
               mengabdi bagi bangsa Indonesia.


               Hal ini sebagai sebuah rangkaian sejarah dalam memberikan perlindungan.

               "Dengan usia 42 tahun menunjukkan kematangan dan profesionalitas dalam
               melaksanakan program jamsos ketenagakerjaan," tegas Timboel kepada rri.co.id,
               Jakarta, Jum'at (6/12/2019).

               Meski demikian, menurut Timboel sejumlah pekerjaan  rumah harus dilakukan BPJS
               Ketenagakerjaan, salah satunya melaksanakan amanat UUD 45 untuk mendukung
               kesejahteraan rakyat, baik dari sisi regulasi maupun implementasi dan penegakkan
               hukum.


               " Tapi itu semua berproses untuk BP Jamsostek yang lebih baik lagi," terangnya.

               Di usia BPJS Ketenagakerjaan ke-42 tahun, Timboel mendorong perlunya evaluasi
               beberapa regulasi seperti Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) khususnya Pasal 42
               ttg jaminan pensiun yang belum memperbolehkan pekerja informal mandapatkan
               jaminan pensiun. Lalu PP no. 60/2015 jo. Permenaker No. 19/2015  yang membuka
               lebar persyaratan mengambil Jaminan Hari Tua (JHT).


               "Seharusnya ada persyaratan minimal kepesertaan JHT seperti di era jamsostek
               lalu," tegasnya.


               Timboel menyayangkan penerapan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan
               kematian (JKm) masih dilaksanakan secara terpisah pisah. JKK dan JKm bagi ASN
               diserahkan ke PT. Taspen sementara untuk pekerja swasta dikelola BPJamsostek.


               Seharusnya, menurut Timboel JKK dan JKm bagi ASN dikelola oleh BPJamsostek
               supaya ASN mendapatkan manfaat sebaik manfaat yang diberikan oleh
               BPJamsostek, apalagi pasca- ditandatanganinya PP no.82/2019 yang merupakan
               hasil revisi PP no. 44/2015 ttg JKK dan JKm.

               " Seperti yang disampaikan Pak Presiden Jokowi bahwa seluruh regulasi harus
               mencerminkan isi ideologi kita. Nah dgn dikelolanya ASN oleh PT. Taspen maka para
               ASN tidak mendapatkan keadilan manfaat JKK JKm karena manfaat yang diterima



                                                      Page 141 of 150.
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147