Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 69

Title          UPAH TAK DIBAYAR, PEKERJA BUMD KABUPATEN BOGOR NGADU KE DPRD
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      07 Desember 2019
                              https://republika.co.id/berita/q24d64423/upah-tak-dibayar-pekerja-bumd -kabupaten-
               Page/URL
                              bogor-emngaduem-ke-dprd
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Pekerja PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) mendatangi Gedung Dewan
               Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Para pekerja meminta DPRD
               untuk mengadvokasi mereka yang tak memperoleh upah.

               Ketua Serikat Pekerja PT PPE, Hidayatul Mustafid menjelaskan BUMD (Badan Usaha
               Milik Daerah) Kabupaten Bogor itu belum membayar upah sekitar 156 karyawan.
               Karena itu, ia meminta, DPRD dapat mencari solusi bagi mereka.

               "Kami meminta kepada ketua DPRD dapat melangkah konkrit melakukan investigasi
               maupun pansus terhadap PT PPE. Sehingga biar kita jelas terang benderang bahwa
               PPE ini harus dibawa kemana sih ke depan kan begitu," kata Mustafid di Gedung
               DPRD Kabupaten Bogor, Jumat (6/12) lalu.

               Mustafid menilai, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur PT. PPE, Azzahir untuk
               menjalankan roda perusahaan belum dapat dirasakan. Sehingga, dia mendesak agar
               DPRD membentuk panitia khusus (Pansus) agar dapat menjalankan roda
               perusahaan dan membayar gaji karyawan.

               "Kita mendorong untuk melakukan pansus terhadap PT PPE," katanya.

               Diketahui, Berdasarkan surat nomor 1.1/190.1/PPE-CS/X/2019 yang ditandatangani
               Direktur PT PPT lama yakni, Radjab Tampubolon tertanggal 7 Oktober 2019, seluruh
               karyawan PT PPE diliburkan hingga waktu yang tidak ditentukan kecuali tenaga
               pengamanan. Sehingga, para pekerja belum mengetahui kejelasan nasib mereka.

               "Tertuang di bulan oktober itu bahwa karyawan diliburkan. Dalam tanpa petik
               'diliburkan' itu kan harus menerima gaji dong, seharusnya begitu," katanya.

               Dewan Pembina Serikat Pekerja PT PPE, Jajang Furqon meminta DPRD dapat
               memfasilitasi kebutuhan karyawan PT PPE. Jajang menyatakan, opsi untuk
               menyehatkan perusahaan harus dapat dipertanggungjawabkan.

               "Supaya kita bisa memulai dari mana arah prioritas penyelesaian kalau memang itu
               PPE itu opsinya diselamatkan," kata Jajang.

               Jika karyawan diliburkan, Jajang menyatakan, perusahaan harusnya tetap



                                                       Page 68 of 150.
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74