Page 56 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 AGUSTUS 2019
P. 56
Title EKONOMI MASIH JADI PENARIK UTAMA KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA
Media Name jatim.antaranews.com
Pub. Date 05 Agustus 2019
https://jatim.antaranews.com/nasional/berita/994684/ekonomi-masih-jadi -penarik-
Page/URL
utama-korban-perdagangan-manusia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama banyak orang terjebak
menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menurut data yang yang
dimiliki oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Problem terbesarnya, problem mendasarnya adalah soal faktor ekonomi, yaitu
kemiskinan. Karena faktor itu mereka ingin pekerjaan apa saja, yang penting digaji.
Mereka dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga, tapi malah dipekerjakan
sebagai pekerja hiburan," ujar Wakil Ketua Komisioner LPSK Edwin Partogi Pasaribu
dalam konferensi pers di kantor LPSK, Cijantung, Jakarta Timur pada Senin.
Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, LPSK setidaknya sudah menangani 318 korban
TPPO, dengan 215 di antaranya adalah perempuan dan 53 berusia anak.
Berdasarkan domisili korban, terdapat 5 provinsi teratas sebagai kantong TPPO
dengan Jawa Barat adalah sumber korban terbesar dengan 118 korban, kedua
adalah NTB dengan 42 korban, Jawa Tengah 32 korban, NTT 27 korban dan Banten
16 korban.
Data tersebut, menurut LPSK, tidak memberikan gambaran peta TPPO secara
keseluruhan karena hanya berdasarkan permohonan yang masuk ke LPSK.
"Kenapa kita sebut sebagai perbudakan, karena para korban tidak punya hak lagi
atas pribadinya. Dia sudah dianggap sebagai properti oleh pemiliknya, tuannya. Dia
bisa dipekerjakan kapan saja, di mana saja," tegas Edwin.
LPSK dalam konferensi pers tersebut juga mengapresiasi penegak hukum, karena
berdasarkan data lembagai itu, 60,56 persen penanganan korban TPPP disampaikan
atau dimohonkan oleh Kepolisian.
Page 55 of 78.

