Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 AGUSTUS 2019
P. 58
Mereka dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga, tapi malah dipekerjakan
sebagai pekerja hiburan," ujar Wakil Ketua Komisioner LPSK Edwin Partogi Pasaribu
dalam konferensi pers di kantor LPSK, Cijantung, Jakarta Timur pada Senin.
Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, LPSK setidaknya sudah menangani 318 korban
TPPO, dengan 215 di antaranya adalah perempuan dan 53 berusia anak.
Berdasarkan domisili korban, terdapat 5 provinsi teratas sebagai kantong TPPO
dengan Jawa Barat adalah sumber korban terbesar dengan 118 korban, kedua
adalah NTB dengan 42 korban, Jawa Tengah 32 korban, NTT 27 korban dan Banten
16 korban.
Data tersebut, menurut LPSK, tidak memberikan gambaran peta TPPO secara
keseluruhan karena hanya berdasarkan permohonan yang masuk ke LPSK.
"Kenapa kita sebut sebagai perbudakan, karena para korban tidak punya hak lagi
atas pribadinya. Dia sudah dianggap sebagai properti oleh pemiliknya, tuannya. Dia
bisa dipekerjakan kapan saja, di mana saja," tegas Edwin.
LPSK dalam konferensi pers tersebut juga mengapresiasi penegak hukum, karena
berdasarkan data lembagai itu, 60,56 persen penanganan korban TPPP disampaikan
atau dimohonkan oleh Kepolisian.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta Editor: Chandra Hamdani Noor COPYRIGHT (c)2019
.
Page 57 of 78.

