Page 101 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 101
Ringkasan
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pemadam kebakaran Kabupaten
Tangerang masih berusaha memadamkan api yang membakar hangus bangunan pabrik korek
gas di kawasan Pergudangan Sungai Turi, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Kapolsek
Pakuhaji, AKP Dodi Abdul Rohim mengatakan, belum dapat memastikan adanya korban dan
kerugian dari insiden terbakarnya pabrik tersebut.
KEBAKARAN PABRIK KOREK DI TANGERANG, API DIDUGA BERASAL DARI BAGIAN
PENYORTIRAN
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pemadam kebakaran Kabupaten
Tangerang masih berusaha memadamkan api yang membakar hangus bangunan pabrik korek
gas di kawasan Pergudangan Sungai Turi, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Kapolsek Pakuhaji, AKP Dodi Abdul Rohim mengatakan, belum dapat memastikan adanya korban
dan kerugian dari insiden terbakarnya pabrik tersebut.
"Kebakarn setengah empat sampai saat ini kita maksimalkan untuk segera memadamkan api.
Untuk sementara masih nihil korban jiwa dan korban luka nihil," katanya, Selasa (2/11/).
Dia menyebutkan, berdasarkan keterangan sementara saksi yang merupakan pengawas pabrik
korek gas itu, api berasal dari pekerja sortir yang mengetahui adanya percikan api dibagian
penyortiran korek gas itu.
"Tadi diperkirakan dari pengawas pabrik pada saat penyortiran rekan - rekan yang menyortir
korek api itu ada percikan api, kemudian berteriak sempat mau dipadamkan apar karena api
sudah membesar jadi tidak diselematkan lagi dan api membesar," jelas dia.
Dari keterangan pekerja di pabrik itu, pabrik produksi korek gas itu, sudah setahun ini beroperasi
di kawasan pergudangan Sungai Turi, Pakuhaji. Pabrik tersebut, kata Dodi, mempekerjakan
sekitar 80 orang pegawai.
"Sudah setahun lebih beroperasi dengan 80 orang pekerja.kalau taksiran kerugian masih akan
kordinasikan dulu dengan pengawas," ucap dia.
Targetkan 70 Persen Pabrik Terbakar Dikuasai Pemadaman api di pabrik korek gas kawasan
Pergudangan Sungai Turi, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dipastikan akan tuntas
dalam waktu yang lama. Sebab, selain bahan -bahan yang mudah terbakar yang ada di dalam
pabrik, petugas Pemadam kebakaran juga mengaku menemui sejumlah kendala dalam proses
pemadaman api.
"Karena memang bahannya, kalau belum abis, engga akan padam. Itu kan ada plastik-plastik
mungkin, jadi memang ketutup sama puing bangun yang runtuh, itu aja kendalannya," kata
komandan Pos Damkar Sepatan, Husni di lokasi Pabrik, Selasa (2/11).
Dia menerangkan, saat ini petugas pemadam kebakaran telah memperoleh sumber air, untuk
pengisian ulang air yang akan disemprotkan untuk memadamkan api. Namun, lokasi sumber air
itu berada sangat jauh, hingga satu kilometer dari lokasi pabrik.
"Karena sumber air sudah tahu. Jadi kita sudah ada sumber air yang cukup, jadi kita estafet
saja. Jadi kita, tidak bisa pemadaman secara statis, tapi secara dinamis. Kalau sumber air dekat,
kita bisa statis, ini bisa lihat sendiri, ambil air, balik. ini yang bikin kendala pemadaman," jelasnya.
100

