Page 104 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 104

DAMKAR UNGKAP KENDALA MEMADAMKAN KEBAKARAN PABRIK KOREK DI
              TANGERANG
              Kebakaran di Kawasan Laksana Business Park, PT Unggul Jaya Gemilang, Pakuhaji, Kabupaten
              Tangerang,  Banten,  belum  padam.  Sejumlah  kendala  dialami  petugas  damkar  untuk
              memadamkan  api.  Salah  satu  kendalanya  adalah  lokasi  kebakaran  dengan  sumber  air  yang
              letaknya terpaut cukup jauh.

              "Jaraknya sekitar satu kilometer antara titik api dengan sumber air. Jadi kita tidak bisa melakukan
              pemadaman secara statis tapi dinamis," ujar komandan pos damkar Sepatan, Husni, kepada
              wartawan di lokasi, Selasa (2/11/2021).

              Selain  itu,  produksi  pabrik  yang  merupakan  korek  api  gas  merupakan  bahan  yang  mudah
              terbakar. Saat petugas pemadam kebakaran mendapatkan laporan kebakaran, api sudah besar
              menyebar ke kedua gudang.

              Menurutnya, luas dua gudang ini sekitar 1.000 meter persegi yang seluruhnya memproduksi
              korek api gas. Husni memastikan saat ini tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran pabrik
              korek api gas merek M20 tersebut.

              "Saat awal kejadian angin besar dan kencang jadi menambah kesulitan. Pemadaman statis bisa
              kita  lakukan  jika  sumber  airnya  dekat,  tapi  ini  kan  tidak.  Bolak-balik  ngambil  air  jadi
              memperlambat proses pemadam," tambah Husni.

              Husni  membeberkan  pihaknya  melakukan  pemadaman  di  dua  titik,  yaitu  bagian  depan  dan
              belakang pabrik. Hal ini dilakukan karena di belakang pabrik ini terdapat bangunan juga.

              "Jadi kita mem- backup untuk mengantisipasi api yang menjalar ke bangunan belakang pabrik
              makanya kita siagakan di sana. Untuk di kedua sisi samping pabrik tidak ada bangunan jadi tidak
              kita siapkan di sana," ucapnya.

              Meski  begitu,  Husni  mengaku  pihaknya  tidak  akan  melakukan  penambahan,  baik  personel
              maupun unit mobil damkar. Saat ini sudah ada 7 unit mobil damkar dengan jumlah 35 personel
              pemadam.

              "Saya kira kalau untuk saat ini sepertinya cukup karena memang sumber air sudah kita ketahui.
              Jadi kita akan estafet aja ya karena emang bahannya kalau belum habis tidak bakalan padam
              karena ada gas dan plastik gitu di sini," ungkap Husni.
              Husni memprediksi api bisa dikuasai sekitar 70% pada pukul 23.00 WIB, tetapi untuk sampai
              padam sepenuhnya cukup memakan waktu lama.

              "Jadi kalau total mati penuh kita tidak bisa prediksi. Minimal kita bisa menguasai 70-80 persenlah
              gitu," tuturnya.

              Diketahui, kebakaran hebat ini terjadi pada pukul 15.45 WIB saat pabrik ini masih dalam keadaan
              beroperasi.

              "Menurut informasi ada. Tadi juga ada tas karyawan yang masih tertinggal di dalam masih ada
              di ruangan loker. Berarti kan di situ ada kegiatan produksi," jelasnya.








                                                           103
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109