Page 135 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 135

RIBUAN BURUH DI BANTEN GELAR UNJUK RASA, INI YANG DIMINTA

              SERANG, - Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) meminta
              adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten tahun 2022 sebesar 8,9 persen.

              Presidium AB3 Dedi Sudarajat mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh se-Provinsi
              Banten ini juga dilakukan untuk menuntut adanya kenaikan Upah Minimun Kabupaten atau Kota
              (UMK) dan memberlakukan kembali Upah Minimum Sektoral (UMSK).

              "Tuntutan  kami  pertama  meminta  upah  minimum  provinsi  naik  sesuai  dengan  pertumbuhan
              ekonomi  di  Banten,  sebesar  8,9  persen,"  kata  Dedi  saat  dihubungi  Kompas.com,  Selasa
              (2/11/2021).

              Disampaikan Dedi, permintaan kedua yakni adanya kenaikan UMK se-Provinsi Banten tahun 2022
              sebesar 13,5 persen.
              "Besaran  kenaikan  UMK  itu  sesuai  dengan  hasil  survei  kebutuhan  hidup  layak  yang  sudah
              dilakukan oleh kita (buruh)," ujar Dedi.

              Kemudian, buruh juga meminta UMSK yang sudah dihapus oleh pemerintah agar diberlakukan
              kembali pada tahun depan.

              "Upah sektoral yang dulu sudah disepakati dan sudah direkomendasikan Bupati dan Wali Kota
              itu bisa diberlakukan tahun 2022," jelas Dedi.

              Untuk  itu,  dia  bersama  ribuan  perwakilan  serikat  buruh  lainnya  meminta  untuk  bertemu
              Gubernur  Banten  Wahidin  Halim.  Mereka  pun  melakukan  aksi  unjuk  rasa  di  depan  kantor
              Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang.

              Namun, perwakilan buruh saat itu hanya dapat bertemu dengan Asisten Daerah (Asda) II M
              Yusuf dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten (Kadisnakertrans) Al Hamidi.

              "Pak Gubernur tadi katanya tidak ada sehingga perwakilan kami bertemu dengan perwakilan
              Pemprov Banten Asda II sama Pak Kadisnakertrans," kata Dedi.


              Sementara itu Al Hamidi mengatakan, penetapan kenaikan UMP 2022 harus mengikuti formulasi
              yang berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai
              turunan dari UU Cipta Kerja.

              "Kenaikan UMP 8,9 persen itu tidak bisa ditanggapi, penetapan UMP dan UMK itu melalui proses
              awalnya kan dari usulan dari serikat buruh," kata Al Hamidi.

              Dijelaskan Al Hamidi, penetapan UMP sebelum tanggal 21 November 2021 melalui rapat pleno
              oleh dewan pengupahan.

              "Besarannya akan ditetapkan melalui proses oleh dewan pengupahan merujuk kepada Peraturan
              Pemerintah (PP) nomor 36 dan ada hitungan dari BPS," ujar dia.

              Menurut Al Hamidi, tiga tuntutan serikat buruh itu dapat dimaklumi. Namun, keinginan tersebut
              harus melihat kondisi saat ini sedang pandemi Covid-19.

              "Keinginan harapan teman-teman buruh untuk kenaikan (UMP dan UMK) itu wajar, namun itu
              kan keinginan. Tapi kondisi sekarang kan Covid-19," ucapnya.




                                                           134
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140