Page 266 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 266
Judul Kemenaker: Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja dengan Reformasi
Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan
Nama Media beritasatu.com
Newstrend Strategi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja
Halaman/URL https://www.beritasatu.com/ekonomi/848453/kemenaker-tingkatkan-
produktivitas-tenaga-kerja-dengan-reformasi-sistem-pengawasan-
ketenagakerjaan
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-02 11:57:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan) Kami kan terus
berkoordinasi dengan para kepala daerah agar mereformasi pengawasan ketenagakerjaan
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus berusaha meningkatkan produktivitas tenaga
kerja. Hal ini penting untuk memperbaiki kondisi pasar kerja Indonesia. Demikian dikatakan
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi dalam siaran persnya, Selasa (2/11/2021).
KEMENAKER: TINGKATKAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DENGAN REFORMASI
SISTEM PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus berusaha meningkatkan produktivitas tenaga
kerja. Hal ini penting untuk memperbaiki kondisi pasar kerja Indonesia. Demikian dikatakan
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi dalam siaran persnya, Selasa (2/11/2021).
Ia mengatakan, pihaknya meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan berbagai strategi
antara lain, pertama, mereformasi sistem pengawasan ketenagakerjaan baik di Kemenaker
sendiri maupun di daerah.
Hal ini dilakukan untuk pelindungan tenaga kerja. "Kami kan terus berkoordinasi dengan para
kepala daerah agar mereformasi pengawasan ketenagakerjaan," kata dia.
Strategi ini dilakukan melalui gerakan promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional,
penguatan pengawasan dan penegakan hukum norma K3, penguatan sistem pelaporan dan
manajemen informasi K3 nasional, koordinasi, sinergi, dan kolaborasi K3, penyesuaian
penerapan K3 di perusahaan pada masa pandemi Covid-19.
265

