Page 199 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 199

"Sampai di sini, kita memahami pentingnya perbaikan ekosistem ketenagakerjaan.
               Itu jelas kepentingan bersama. Masuk akal juga misalnya, kalau pemerintah bilang,
               pokok-pokok regulasi ketenagakerjaan perlu disusun ulang dagar sistem
               ketenagakerjaan yang lebih fleskibel dan kondusif terhadap iklim investasi serta
               iklim usaha," jelasnya.

               Logikanya tambah Yusuf, kalau iklim investasi baik, maka industri dan dunia usaha
               umumnya diharapkan membaik. Banyak tenaga kerja terserap. Dan inilah, menurut
               Yusuf yang dibutuhkan saat ini.

               "Terlebih karena pandemik corona. Banyak industri terpukul, terancam gulung tikar
               dan PHK mulai terjadi. Orang butuh kerja, kan harus ada yang dikerjakan.
               Mempersoalkan hak-hak pekerja itu penting, tapi kita mau bicara apa kalau tidak
               ada lapangan kerja?" paparnya.

               Lazimnya tambah Yusuf, meningkatnya angka pengangguran hanya dapat diatasi
               dengan cara menyediakan lapangan kerja. Sedangkan lapangan kerja akan terbuka
               apabila ada kegiatan investasi yang kondusif, terutama pada sektor riil yang
               menghasilkan barang dan jasa.

               Menurut peneliti dan pemerhati masalah sosial politik ini, hal tersebut perlu menjadi
               perhatian karena tingkat pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi.

               "Pengangguran ini kalau merujuk data BPS jumlahnya mencapai 7 juta lebih. Kalau
               ditolak dengan angkatan kerja baru, lalu yang setengah penganguran sekitar 8
               jutaan, ditambah pekerja paruh waktu 28,41 juta, keseluruhannya 45,84 juta
               (34,4%) angkatan. Saya kira, angka ini bisa saja semakin buruk karena situasi
               sekarang, ada corona. harus ada upaya yang menjanjikan untuk mengatasinya,"
               katanya.

               Yusuf justru mengapresiasi Omnibus Law RUU Ciptaker yang memuat pengaturan
               hubungan antara pekerja dengan usaha kecil dan menengah yang berbasis pada
               kesepakatan kerja. intinya kata Yusuf, RUU ini berusaha membentuk iklim
               ketenagakerjaan yang easy hiring dan easy firing.

               "Karena itu, ketika kita tahu bahwa RUU Ciptaker digagas untuk tujuan baik, maka
               bicarakan dengan baik. Sekali lagi, ini bangunan besar multi aspek, jangan
               digeneralisir sebagai produk yang seluruhnya negatif," tegasnya.

               "Coba kita lihat, bagaimana kita melalukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan
               pengentasan kemiskinan? Apakah kita sudah berusaha menyediakan lapangan
               pekerjaan dengan cara menyederhanakan perizinan investasi, dan meminimalisir
               tumpang tindihnya regulasi? Kalau belum, artinya RUU ini lebih dari layak
               dipertimbangkan," pungkasnya.







                                                      Page 198 of 234.
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204