Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 47
Menurut Maming, pemberian THR dapat ditunda dahulu hingga kondisi perusahaan
dapat kembali stabil. Pasalnya, banyak sektor usaha yang saat ini tidak beroperasi
sama sekali.
"Mungkin ada jalan keluar juga bagaimana peraturan yang diaplilkasikan adalah
perusahaan dan karyawan bisa berdiskusi secara internal dan negosiasi antara
pengusaha dan karyawan itu sendiri. Intinya dikembalikan lagi kepada pengusaha
dan pegawai masing-masing untuk mencari jalan tengah. Insya Allah kita akan cari
way out dan solusi bersama," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu mengatakan kondisi saat ini
terbilang buruk. Ia mengungkapkan saat ini pengusaha berupaya keras untuk bisa
bertahan.
Organisasi itu juga tengah mengkaji bagaimana caranya agar industri tidak sampai
melalukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Selain itu para pengusaha menilai pemberian THR menjadi beban tahun ini.
Pihaknya pun meminta kepada Kementerian Ketenagakerjaan agar tidak membahas
THR terlebih dahulu.
"Kita berpikir mau bayar dari mana kalau sekarang terus bahas THR, ini bisa PHK
karena beban kami sangat berat. Banyak sektor usaha yang sama sekali tidak
beroperasi lagi. Kami mohon kebijakan dari Kementerian Ketenagakerjaan bisa
mengeluarkan juga kebijakan yang win-win solution kepada pengusaha," ujarnya.
Maming mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota di seluruh
daerah soal THR melalui video conference .
Ia mengakui bahwa saat ini para pengusaha dan pelaku industri sedang mengatur
strategi untuk tetap mempertahankan kesejahteraan karyawannya di tengah
hambatan bisnis akibat wabah COVID-19. Pelaku usaha juga tengah mencari cara
agar THR para pegawainya bisa tetap dipenuhi.
"Untuk THR, kami dari pengusaha untuk minta di- pending dulu. Karena tidak elok
dibahas pada kondisi sekarang. Bukan tidak dikasih ya, tapi di- pending bahwa
jangankan bicara THR, untuk membayar gaji saja sekarang sedang kesulitan,"
katanya.
Pewarta: Ade irma Junida Editor: Risbiani Fardaniah COPYRIGHT (c)2020 .
Page 46 of 234.

