Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 AGUSTUS 2019
P. 85
Selpi mulai kehilangan kontak dengan ibunya sejak 2000.
Selama itu pula, keluarga hilang kontak dengan Alis Juariah.
Karena tak pulang-pulang, keluarga sudah mengikhlaskan bila Alis Juariah telah
meninggal dunia.
"Sejak pergi 21 tahun lalu itu sampai sekarang tidak pulang-pulang." "Keluarga
bahkan sempat mengikhlaskannya jika memang sudah meninggal dunia," kata
Dikdik.
2. Alis Juariah hanya kirimkan uang sebanyak dua kali Selama bekerja di
Arab Saudi , Alis Juariah hanya mengirimkan uang sebanyak dua kali pada
Selpi.
Saat itu, Selpi masih duduk di bangku SD.
Seingatnya hanya dua kali ibunya mengirimi uang untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari dan biaya sekolahnya.
"Sejak ibu pergi untuk bekerja saya tinggal sama paman," tutur Selpi.
"Setelah dua tahun bekerja itu ibu ternyata tidak pulang sampai sekarang, tak ada
kabar sama sekali." "Saya waktu itu masih kecil belum mengerti seperti sekarang,
saya pikir ibu memang sedang bekerja saja di sana, ternyata kondisinya seperti ini,"
tuturnya.
Selpi mengatakan, ibunya berangkat melalui jasa tenaga kerja PT Avida Avia Duta
yang ada di Jakarta.
Namun, ia tak mengetahui siapa yang membawa sang ibu dari rumahnya.
"Tidak tahu siapa sponsornya karena saat itu saya masih kecil," katanya.
3. Alis Juariah disiksa hingga dapat 20 jahitan Kabar terbaru Alis Juariah
terungkap lewat surat yang ia kirimkan pada 2014.
Isi surat itu membuat keluarga meradang! Dikdik mengaku, selama puluhan tahun
di Riyadh, Alis sempat berkirim surat tiga kali.
Isinya cerita soal perlakukan majikan dan keinginannya untuk pulang.
"Kakak saya tidak diperbolehkan keluar rumah, kalau majikan dan keluarganya pergi
keluar, kakak saya dikunci di kamar mandi sampai majikan pulang." "Kakak saya
bisa kirim surat juga sembunyi-sembunyi, suratnya dititipin ke sopir majikannya,"
ucapnya.
Page 84 of 89.

