Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 145
"Sebaliknya, banyak yang mengeluh tidak bisa masuk, padahal mereka sangat
membutuhkannya. Ini menunjukan sulitnya menentukan mana masyarakat yang
benar-benar membutuhkan program tersebut dan mana yang tidak," tutur dia.
Perihal kerja sama dengan dunia usaha, Panji Ruky mengakui, pemerintah sejak
awal sudah berencana melibatkan dunia usaha untuk memastikan kebutuhan pasar
tenaga kerja.
"Jadi, kami sambungkan antara tawaran lembaga pelatihan dan penyerapan tenaga
kerjanya," ucap dia.
Mengenai banyaknya masyarakat yang tidak bisa mengakses program Kartu
Prakerja, Panji menjelaskan, hal itu dimungkinan terjadi karena sistem tidka bisa
membaca data yang di-input calon peserta.
"Bisa jadi nomor induk kependudukan (NIK)-nya salah, KTP-nya tidak cocok, atau
fotonya tidak sesuai. Maka silakan masyarakat memperbaikinya," ujar dia.
Panji Ruky menambahkan, pada rencana awal, Kartu Prakerja disiapkan untuk
mendorong pengembangan SDM. Namun, karena muncul wabah corona, alokasi
bantuan sosial (bansos) ditingkatkan dalam program ini, dari yang awalnya hanya
Rp 500 ribu menjadi Rp 2,4 juta per orang, di luar biaya pelatihan Rp 1 juta dan
biaya survei Rp 150 ribu. (ns/az).
Page 144 of 261.

