Page 152 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 152
Matahari
Manajemen PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) memutuskan untuk menutup
sementara seluruh gerai secara nasional. Keputusan manajemen ini bertujuan untuk
mencegah meluasnya pandemi COVID-19 dan juga mendukung gerakan nasional
#Dirumahaja.
Karyawan di seluruh gerai pun dirumahkan. Karyawan yang dirumahkan tetap
memperoleh gaji, namun tidak dibayar penuh. Makin tinggi jabatan, pemotongan
gaji semakin besar.
Sementara untuk karyawan di kantor pusat, mereka menjalani sistem kerja dari
rumah (Work From Home/WFH). Perusahaan memberikan gaji penuh selama WFH,
namun bagi karyawan yang memilih mengambil cuti selama masa WFH, maka
perusahaan tidak akan membayar gaji atau cuti tak berbayar.
"Penutupan sementara seluruh gerai secara nasional Matahari telah
mengkomunikasikan kepada seluruh karyawannya secara nasional bahwa sebagai
langkah sukarela untuk menjaga kesehatan para karyawan," tulis perusahaan dalam
keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4).
Garuda Indonesia
Mimpi Sekar (bukan nama sebenarnya) untuk terus menjadi seorang pramugari
kandas seketika. Semakin terpuruknya dunia penerbangan akibat merebaknya virus
corona membuat perempuan berusia 26 tahun ini mesti rela dirumahkan.
Padahal semestinya Sekar bakal merayakan genap dua tahun ia bekerja sebagai
pramugari Garuda Indonesia bulan April ini. Ia bahkan sudah membayangkan bakal
sepenuhnya menjadi karyawan dan melewati ratusan penerbangan bersama
maskapai pelat merah itu. Akan tetapi harapannya itu gugur, ia dirumahkan sebulan
sebelum kontraknya berakhir.
"Dirumahkan selamanya, enggak ada (pesangon dan insentif lain) sudah aja gitu di
rumah," ceritanya kepada kumparan, Senin (6/4).
Sejatinya ia belum merelakan keputusan tersebut hingga kini, menjelang dua
minggu sejak mulai dirumahkan. Namun, lantaran statusnya yang masih terdaftar
sebagai karyawan yang hanya terikat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), ia
tak punya kuasa apa-apa untuk menolak.
"Jadi semua yang kontraknya akan selesai di bulan april ini ya diselesaikan aja.
Mereka punya alasan kalau mereka tidak merumahkan kami dan tidak mem-PHK,
hanya tidak melanjutkan kontrak saja," sambungnya.
Sekar tidak sendirian, setidaknya menurut dia, ada 100 rekannya yang mengalami
nasib serupa. Ia mafhum maskapai tempatnya bekerja itu tengah begitu terpuruk
secara keuangan.
Page 151 of 261.

