Page 215 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 215

Title          PAN SETUJU TUNDA PEMBAHASAN KLASTER KETENAGAKERJAAN RUU CIPTAKER
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1448836/pan-setuju-tunda-pembahasan- klaster-
               Page/URL
                              ketenagakerjaan-ruu-ciptaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno mengatakan partainya
               sepakat dengan usulan pemerintah untuk menunda pembahasan klaster
               ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja.

               "Terkait penundaan klaster ketenagakerjaan, kami setuju dan sepakat dengan
               pemerintah untuk menunda pembahasannya," kata Eddy kepada para wartawan di
               Jakarta, Selasa.

               Dia mengatakan, pada prinsipnya PAN menilai RUU Ciptaker diperlukan dalam
               rangka penyederhanaan perizinan, kemudahan investasi dan memberikan kepastian
               hukum atas produk-produk hukum yang selama ini tumpang tindih.

               Menurut dia, pembahasan RUU Ciptaker perlu dilakukan secara komprehensif, rinci
               dan dengan kajian yang mendalam.

               "Kajian yang mendalam itu agar menghasilkan produk hukum yang unggul dan
               menjawab kebutuhan investasi, dunia usaha, lingkungan hidup, dan tenaga kerja,"
               ujarnya.

               Eddy mengatakan saat ini Fraksi PAN tidak ada rencana untuk menarik anggotanya
               dari keanggotaan Panita Kerja (Panja) RUU Ciptaker.

               Dia menilai justru kehadiran anggota Fraksi PAN dalam pembahasan RUU tersebut
               untuk mengawal prosesnya agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara
               langsung.

               "Tugas anggota FPAN di dalam pembahasan RUU Ciptaker adalah untuk
               memberikan masukan obyektif, kritis dan konstruktif agar RUU tersebut benar-benar
               kredibel dan aplikatif," katanya.

               Pewarta: Imam Budilaksono Editor: M Arief Iskandar COPYRIGHT (c)2020 .











                                                      Page 214 of 261.
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220