Page 252 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 252
bantuan sosial kepada masyarakat, seperti melalui Program Keluarga Harapan,
Kartu Sembako, bantuan langsung tunai, hingga pembebasan atau diskon
pembayaran listrik untuk keluarga sasaran kelompok 40% termiskin.
Program Kartu Prakerja yang baru saja diluncurkan itu, selain dikembangkan
sebagai jaring pengaman sosial selama pandemi Covid-19, juga tetap dipertahankan
pemerintah untuk meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, dan daya saing
SDM kita. Setiap penerima Kartu Prakerja mendapatkan paket manfaat total senilai
Rp 3.550.000. Ini terdiri dari bantuan biaya pelatihan Rp 1.000.000 yang dapat
digunakan untuk membeli program pelatihan di mitra platform digital, sisanya untuk
insentif. Insentif yang terdiri dari 2 bagian itu akan ditransfer ke rekening bank atau
e-wallet LinkAja, OVO, atau GoPay milik peserta.
Yang pertama, insentif pascapenuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 2.400.000,
yang diberikan selama empat bulan (Rp 600.000 per bulan). Kedua, insentif
pascapengisian survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei dengan total jumlah 3
survei, atau totalnya senilai Rp 150.000.
Para peserta ini bebas mengunjungi mitra situs platform digital, membandingkan
harga, dan memilih jenis pelatihan sesuai minat atau kebutuhan.
Sedangkan untuk jenis pelatihan secara offline atau dengan tatap muka, bisa
dilaksanakan setelah pemerintah mengevaluasi aspek keamanan dan setelah
pembatasan sosial dicabut.
Terkait pelaksanaan Program Kartu Prakerja tersebut, PMO juga menjamin adanya
keterbukaan dalam proses seleksi mitra dan lembaga pelatihan untuk bekerja sama,
sejak awal program itu disiapkan. PMO memastikan tidak ada jalur khusus, tidak
ada preferensi khusus, karena terbuka bagi semua pihak yang memenuhi syarat dan
sanggup memenuhi kewajiban.
Keterlibatan aplikasi pembayaran digital ( e-wallet ), seperti LinkAja, OVO, dan
GoPay untuk membantu kelancaran implementasi program Kartu Prakerja. Sebab,
kehadiran mereka memperlancar aliran dana insentif dari pemerintah kepada
peserta, serta kepada penyedia platform paket pelatihan kerja. Mereka menjadi
mitra resmi uang elektronik bersama bank badan usaha milik negara (BUMN) PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Selain itu, pemerintah menggandeng delapan mitra resmi lainnya untuk platform
digital, seperti Tokopedia dan Pintaria. Dalam program Kartu Prakerja ini, dari sisi
penyedia aplikasi pembayaran digital tidak bermasalah. Yang banyak dikritisi
sejumlah kalangan adalah dari sisi provider paket pelatihannya. Merespons masalah
tersebut, PMO pun membuka diri untuk menjelaskan bahwa ketika PMO berdiri pada
17 Maret 2020 dalam kondisi darurat Covid-19, di mana program ini harus segera
diluncurkan dengan fokus utama adalah pelayanan masyarakat secepatnya.
Hal ini tentu saja jauh dari sempurna. Meski sejak awal kemitraan Kartu Prakerja
Page 251 of 261.

