Page 247 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 247
Title BURUH JATENG KELUHKAN SULITNYA MENDAFTAR KARTU PRAKERJA LEWAT "ONLINE"
Media Name koran-jakarta.com
Pub. Date 28 April 2020
http://www.koran-jakarta.com/buruh-jateng-keluhkan-sulitnya-mendaftar- kartu-prakerja-
Page/URL
lewat--online--/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Buruh Jateng Keluhkan Sulitnya Mendaftar Kartu Prakerja Lewat "Online"
SEMARANG - Perwakilan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh
Seluruh Indonesia (KSBSI) Korwil Jawa Tengah mengeluhkan sulitnya mendaftar
kartu prakerja melalui online. Sulitnya mendaftar tersebut disampakan pasca ribuan
karyawan dirumahkan dan di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Ketua KSBSI Korwil Jawa Tengah, Wahyudi mengatakan, ada sekitar 2.000 orang
buruh dirumahkan dan 500 orang lainnya di-PHK dari perusahaan di Jawa Tengah.
Di antaranya Kabupaten Temanggung, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan
Salatiga.
"Ada sekitar 2.500 buruh yang dirumahkan dan di-PHK. Ini dari beberapa
perusahaan di Jawa Tengah," kata Ketua KSBSI Korwil Jawa Tengah Wahyudi saat
audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kantor Gubernur, Kota
Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/4).
Menurutnya, ada sekitar 2.000 orang buruh dirumahkan dan 500 orang lainnya di-
PHK dari perusahaan di Jawa Tengah. Di antaranya Kabupaten Temanggung,
Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Salatiga. Pihaknya mengeluhkan sulitnya
mendaftar sebagai penerima kartu prakerja menggunakan sistem online. Selain itu,
banyak buruh yang tidak memiliki handphone android.
"Kami kesulitan untuk mendaftar secara online. Malah ada yang disuruh beli
handphone android. Kalau seperti ini kan mending membeli kebutuhan (beras),"
ujar dia.
Selain soal kartu prakerja, ia juga menyinggung bantuan langsung tunai bagi buruh
yang dirumahkan akibat terdampak Covid-19. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
mengatakan, pihaknya berkomitmen akan membantu para buruh yang menjadi
korban PHK tersebut,dengan mengusulkan data secara manual ke Kementerian
Perekonomian dan Kementerian Tenaga Kerja.
"Kita akan membantu Kemenko dan Kementerian Tenaga Kerja mengirim data
secara manual, untuk nanti diverifikasi ulang," paparnya.SM/AR-3.
Page 246 of 261.

