Page 243 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 243
Title PENELITI: PASTIKAN PEKERJA INDONESIA TERSERAP PASAR KERJA
Media Name republika.co.id
Pub. Date 28 April 2020
https://republika.co.id/berita/q9i867428/peneliti-pastikan-pekerja-ind onesia-terserap-
Page/URL
pasar-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA -- Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) Nawawi Asmat mengatakan perlunya memastikan tenaga kerja
Indonesia benar-benar terserap pasar kerja melalui peningkatan kualitas sesuai
dengan kebutuhan dunia kerja.
"Para pencari kerja tentunya harus mempersiapkan diri dengan segala keahlian yang
dibutuhkan oleh pasar kerja," kata Nawawi di Jakarta, Selasa (28/4).
Nawawi menuturkan persaingan mendapatkan pekerjaan saat ini semakin tinggi di
tengah tingkat pengangguran yang semakin meningkat akibat meningkatnya kasus
pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara setiap tahunnya, tidak kurang dua
juta pencari kerja baru memasuki pasar kerja di Indonesia.
Nawawi menuturkan selama ini lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK)
mendominasi tingkat pengangguran di Indonesia. "Ini artinya ada hal yang salah
dalam desain pendidikan SMK kita yang tidak maksimal terserap di pasar kerja,"
tuturnya.
Misalnya, lulusan SMK jurusan administrasi perkantoran yang sudah kelebihan
(oversupply). Sementara, permintaan untuk lulusan bidang permesinan dan
teknologi informasi tergolong sangat tinggi tetapi ketersediaan atau pasokan tenaga
kerjanya masih kurang.
Menurut Nawawi, desain pendidikan SMK semestinya disesuaikan dengan
karakteristik ekonomi Indonesia, khususnya yang dapat mendukung pengembangan
sektor unggulan dan potensi ekonomi lokal. Terkait dengan tantangan global,
tenaga kerja Indonesia harus bisa bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga
harus mampu menangkap peluang pasar di luar negeri.
Untuk itu, katanya, sistem pendidikan tinggi di Indonesia harus mampu menciptakan
lulusan yang siap bersaing di pasar kerja, termasuk menciptakan kesempatan kerja.
Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi.
Namun, bonus demografi bisa menjadi jendela peluang (window of opportunity)
Page 242 of 261.

