Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 SEPTEMBER 2019
P. 39
"Kemungkinan nanti akan dibentuk management office- nya untuk mengelola Kartu
Pra Kerja, misalnya di Kemenaker maka kita akan putuskan dan pindahkan dana itu
ke Kemenaker," ujarnya.
Selain itu, ia menuturkan saat ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
juga masih mencari fokus dari pemanfaatan Kartu Pra Kerja sehingga diharapkan
seluruh detail dari program tersebut bisa selesai bersamaan dengan keputusan
pemilihan kementerian atau lembaga yang mengelola dana pra kerja dalam waktu
dekat.
Kartu Pra Kerja adalah kartu yang diberikan kepada pencari kerja atau pekerja
untuk mendapatkan pelayanan pelatihan vokasi dan serifikasi kompetensi kerja.
Pendaftaran pelatihan kerja tersebut memiliki dua desain implementasi yaitu digital
dengan peserta memilih jenis pelatihan melalui platform seperti GoJek, Tokopedia,
atau Jobstreet lalu bisa memilih melakukan pelatihan dengan online (e-learning)
atau offline (tatap muka) dan secara reguler yakni pelatihan dan sertifikasi yang
dilakukan secara tatap muka di LPK pemerintah, swasta, serta TC.
"Pelatihan ini akan dibagi menjadi dua bentuk yaitu yang sifatnya konvensional
terdiri dari 500 ribu orang dan 1,5 juta orang menggunakan sistem digital," kata
Askolani.
Kartu Pra Kerja yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pencari kerja dan
mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia ini sudah bisa mulai digunakan pada
Januari 2020.
Sebelumnya, pada Selasa (24/9/2019), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga
mengatakan bahwa Kartu Pra Kerja akan menjadi medium untuk penyaluran insentif
dari pemerintah sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu yang dapat digunakan
masyarakat saat mencari kerja dan sudah mengikuti pelatihan.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah Editor: Kelik Dewanto COPYRIGHT (c)2019 .
Page 38 of 49.

