Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 SEPTEMBER 2019
P. 36
Reporter: Intan Umbari Prihatin Sumber: Merdeka.com Kepala Staf Kepresidenan
Moeldoko mengatakan bahwa Kartu Prakerja akan menjadi medium untuk
penyaluran insentif dari pemerintah sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.
Insentif tersebutdapat digunakan masyarakat saat mencari kerja dan sudah
mengikuti pelatihan.
Moeldoko mengatakan tahapan proses pendaftaran peserta Kartu Prakerja, proses
pencarian sarana pelatihan, hingga pemberian insentif akan melibatkan perusahaan
penyedia layanan jasa digital seperti Go-Jek, Tokopedia, ataupun Bukalapak.
Besaran insentif dari Kartu Prakerja itu belum ditentukan pemerintah, namun antara
Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu perorang selama proses pencarian kerja.
"Jadi calon peserta mendaftar melalui aplikasi. Nanti di aplikasi itu ada pertanyaan
yang perlu dijawab, dan di aplikasi itu juga ada pencarian untuk tempat pelatihan.
Nanti setelah selesai, peserta bisa memilih untuk membuat usaha atau mencari
pekerjaan. Saat sedang mencari pekerjaan itu mereka akan diberikan insentif sekitar
Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu hingga mendapat pekerjaan," ujar dia seperti
dikutip dari Antara.
Insentif itu akan dihentikan jika peserta Kartu Prakerja sudah mendapatkan
pekerjaan. Nanti seluruh tahapan dari awal hingga akhir program Kartu Prakerja itu
akan dikelola oleh program management officer (PMO).
Hingga saat ini, kata Moeldoko, pemerintah masih menyelesaikan syarat-syarat yang
harus dipenuhi oleh calon peserta jika ingin menjadi partisipan program Kartu
Prakerja. Setiap tahun, pemerintah mengucurkan dua juta Kartu Prakerja yang akan
dimulai pada Januari 2020, dengan rincian 1,5 juta peserta melalui kanal digital dan
500 ribu peserta melalui kanal reguler.
"Total anggarannya sudah masuk di RAPBN 2020," ujar Mantan Panglima TNI
tersebut.
Page 35 of 49.

