Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MARET 2020
P. 57

Title          KEPUNG GEDUNG SATE, ALIANSI BURUH JABAR TOLAK OMNIBUS LAW
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      16 Maret 2020
                              https://www.gatra.com/detail/news/472231/hukum/kepung-gedung-sate-alia nsi-buruh-
               Page/URL
                              jabar-tolak-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative





               Bandung, Ribuan buruh yang tergabung dalam aliansi buruh Jawa Barat menggelar
               aksi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (16/3/2020).
               Dalam aksi itu buruh menolak rencana pemerintah mengesahkan Omnibus Law
               Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

               Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar Roy Jinto menilai
               sejak awal penyusunan RUU Cipta Kerja itu sudah bermasalah. Pasalnya,
               pembahasan tidak melibatkan dari unsur serika buruh sebagai elemen paling
               merasakan dampaknya.

               "Pemerintah pada tanggal 12 Februari 2010 secara resmi memasukkan draf RUU ke
               DPR, yang mana dalam pembuatannya tidak melibatkan buruh. Mereka hanya
               melibatkan penguasa dengan dalih Investasi," papar Roy.

               Lebih jauh, Roy menuntut Pemerintah untuk membatalkan Omnibus Law RUU Cipta
               Kerja dan menarik usulan dari DPR RI.

               "Kami juga menuntut DPR RI untuk menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan
               mengembalikan usulan RUU CILAKA tersebut kepada Pemerintah," tegasnya.

               Jinto juga menegaskan menuntut Gubernur Jabar dan DPRD Jabar untuk membuat
               surat Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja kepada Presiden RI dan DPR RI.

               Ia menyatakan RUU Omnibus Law Cilaka sebenarnya adalah Revisi UU No. 13
               Tahun 2003 yang dibungkus dengan cover cipta kerja agar buruh dan rakyat
               terkecoh dengan judulnya.

               Omnibus Law, Serikat Pekerja: Pemerintah Tak Transparan "Isinya itu memiskinkan
               buruh dan rakyat atas nama UU dengan hilangnya kepastian pekerjaan, kepastian
               penghasilan, dan kepastian jaminan sosial. Oleh karena itu sudah seharusnya kaum
               buruh, elemen mahasiswa dan kelompok masyarakat Lainnya menyatakan menolak
               RUU Cilaka ini secara bersama-sama," tegas Jinto.

               Beberapa subtansi isi RUU Cilaka yang menjadi alasan buruh untuk menolak: 1.
               Masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak punya skill bekerja, apalagi dengan
               dihapusnya wajib izin Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

               2. Hubungan Kerja dengan sistem kerja PKWT dan Outsourcing untuk semua jenis




                                                       Page 56 of 58.
   52   53   54   55   56   57   58   59